Penyakit Osteoporosis

Penyakit Osteoporosis  ( Pengeroposan tulang) 

Penyakit osteoporosis ( pengeroposan tulang)

Penyakit osteoporosis ( pengeroposan tulang)

  Apa Itu Osteoporosis: Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Apa itu Osteoporosis ? 

  • Osteoporosis adalah : Kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun
  • Osteoporosis yaitu : Suatu kondisi tulang rapuh atau dikenal dengan pengeroposan tulang
  • Osteoporosis merupakan  Penyakit tulang yang mempunyai sifat – sifat khas berupa massa tulang yang rendah.
  • Osteoporosis sebagai Penyakit kekurangan kalsium , faktor keturunan , kekurangan vitamin D , gangguan fisiologi , kekurangan kafein ,
  • Osteoporosis adalah kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun. Kondisi ini membuat tulang menjadi keropos dan rentan retak.

Osteoporosis adalah penyakit pada tulang yang terjadi saat kepadatan tulang menghilang lebih cepat daripada tulang yang bisa tumbuh/dihasilkan. Akibatnya, tulang menjadi kehilangan kepadatan pada inti, dan ketebalannya pada permukaan. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya patah, remuk, pecah, keropos, pada tulang.

Secara bahasa, osteoporosis berarti lubang di dalam tulang. Menurut WHO (1994), osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan penurunan kualitas dan kepadatan massa tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh dan risiko patah tulang. Osteoporosis sering menyerang wanita paska menopause dan juga pada pria usia lanjut dengan penyebab yang belum diketahui.

Osteoporosis umumnya baru diketahui setelah ditemukan retak pada tulang, setelah pasien mengalami jatuh ringan. Retak pada pergelangan tangan, tulang pinggul, dan tulang belakang adalah kasus yang paling banyak ditemui pada penderita osteoporosis.

Meski umumnya osteoporosis dialami oleh wanita yang telah memasuki masa menopause, osteoporosis juga dapat terjadi pada pria, wanita yang  berusia lebih muda, dan anak-anak. Kekurangan kalsium diperkirakan menjadi penyebab kasus-kasus osteoporosis di Indonesia.

Apa Saja Gejala Osteoporosis?

Umumnya tidak ada tanda-tanda terjadinya osteoporosis di awal masa menurunnya kepadatan tulang. Namun beberapa kondisi berikut dapat menjadi gejala terjadinya osteoporosis, antara lain sakit punggung, postur tubuh bungkuk, menurunnya tinggi badan, lebih sering mengalami cedera/keretakan tulang.

Berkurangnya kepadatan dapat membuat tulang rentan untuk retak. Keretakan biasanya terjadi pada tulang belakang, pergelangan tangan, lengan, atau tulang pangkal paha.

 

Faktor Risiko Berkembangnya Osteoporosis

Tulang Anda terus beregenerasi dari waktu ke waktu. Ini berarti tulang yang telah rapuh akan terganti dengan tulang baru. Saat masih kanak-kanak, tulang kita tumbuh dan mampu memperbarui diri dengan cepat.

Pada rentang usia 16-18 tahun, tulang perlahan-lahan akan berhenti tumbuh, sementara massa tulang akan terus bertambah hingga usia akhir 20-an. Namun proses ini melambat seiring dengan pertambahan usia manusia. Secara perlahan, kepadatan tulang akan makin berkurang dan proses ini dimulai sekitar umur 35 tahun.

Di Indonesia, kurangnya konsumsi makanan yang mengandung kalsium menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya jumlah pengidap osteoporosis di Indonesia.

 

perbandingan tulang normal dan yang terkena penyakit OESTOPOROSIS

perbandingan tulang normal dan yang terkena penyakit OESTOPOROSIS

Selain usia tua, berikut ini adalah beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko berkembangnya osteoporosis:

  • Adanya riwayat penyakit anggota keluarga yang mengidap osteoporosis
  • Sering mengonsumsi minuman keras dan merokok
  • Penyakit yang menyerang kelenjar penghasil hormon, seperti  kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)
  • Malabsorpsi (ketidakmampuan usus untuk menyerap nutrisi dari makanan)
  • Pemakaian obat-obatan dalam jangka panjang yang memengaruhi kekuatan tulang atau kadar hormon, seperti konsumsi prednisolon berkepanjangan.
  • Kondisi-kondisi yang diakibatkan oleh peradangan pada organ tubuh, seperti rheumatoid arthritis, penyakit paru obstruktif kronis/COPD (chronic obstructive pulmonary disease), dan penyakit Crohn.

Faktor Risiko Osteoporosis

* Wanita (wanita punya risiko terjadi osteoporosis lebih tinggi darilaki-laki)
* Usia lanjut (di atas 50 tahun)
* Riwayat keluarga yang terkena osteoporosis
* Jarang bergerak
* Bentuk tubuh kurus
* Diet rendah kalsium
* Defisiensi vitamin D
* Menopause di usia muda
* Merokok
* Sering mengkonsumsi alkohol
* Efek samping pengobatan, seperti obat golongan steroid obat anti kejang, obat tidur, hormon untuk pengobatan endometriosis, dan beberapa obat kanker.
* Ras -kaukasus dan aisa memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan osteporosis

Penyebab osteoporosis

Di Indonesia penyakit osteoporosis sering disebut sebagai penyakit keropos tulang. Penyakit osteoporosis adalah penyakit pembunuh nomor tiga di dunia setelah penyakit jantung dan penyakit kanker. Penyakit osteoporosis sering juga disebut sebagai the silent killer,  karena banyak orang yang tidak mengetahui tanda-tanda dan gejala penyakit osteoporosis, maupun proses berjangkitnya penyakit ini sampai penderita meninggal dunia.

Berikut ini beberapa penyebab penyakit osteoporosis yang patut Anda ketahui :

1. Kekurangan Kalsium

Kekurangan kalsium terutama di masa  kecil hingga remaja,  saat pembentukan masa tulang maksimal dapat menjadi penyebab  utama penyakit osteoporosis.

2. Faktor Keturunan

Bila salah seorang anggota keluarga Anda menderita osteoporosis, misalnya kakek, nenek, atau ibu Anda tampak lebih pendek bungkuk seiring dengan pertambahan usia, maka kemungkinan  besar 80% terkena osteoporosis, sedangkan sisanya tergantung pada olahraga dan pola makan sehari-hari.

3. Kekurangan Vitamin D

Vitamin D sangat penting untuk pembentukan tulang / penyerapan kalsium. Kekurangan vitamin D sangat jarang diderita penduduk Indonesia karena selalu mendapatkan sinar matahari.

4. Gangguan Fisiologi

Penyakit pada usus kecil, hati, dan pangkreas serta factor gaya hidup yang sering mengkonsumsi minuman beralkohol dan merokok dapat mengurangi penyerapan kalsium.

5. Kafein

Mengkonsumsi kafein atau minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan soft drink secara berlebihan juga dapat meningkatkan pengeluaran air seni dan tinja serta melarutkan kalsium sehingga terjadilah kekurangan kalsium.

6. Perubahan Hormonal

Perubahan hormonal seperti kasus menopause dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk membentuk tulang. Dengan menurunnya kadar estrogen, maka pembentukan tulang pada wanita penderita menopause tidak efisien lagi.

7. Kurang Bergerak

Penurunan masa tulang dapat terjadi bila kurang bergerak sehingga dapat memperparah osteoporosis. Ini terjadi pada seseorang yang duduk di kursi roda atau beristirahat di tempat tidur dalam jangka waktu yang lama.

8. Salah diet

Kalau Anda melakukan diet yang salah dan terlalu ketat, sehingga tidak hanya membatasi asupan makanan sumber energi tetapi juga makanan sumber vitamin-mineral. Tandanya : Penurunan berat badan, mudah terserang influenza, kulit kasar, bibir kering, badan loyo dan disertai mata berkunang-kunang, tidur tidak nyenyak dan bangun tidur tidak terasa segar.

9. Stress

Jangan pernah Anda menumpuk masalah dan memikirkannya sendiri sehingga Anda stress dan tak mudah melepaskan diri dari beban pikiran yang menekan.

10. Uban dini

Hati-hati apabila rambut Anda sudah tampak memutih lebih awal dari pada orang lain seusia Anda , maka Anda dapat terkena resiko penyakit osteoporosis.

Mengurangi Risiko Terkena Osteoporosis 

Semua orang dapat menjaga tulang mereka tetap sehat dan mengurangi risiko mengidap osteoporosis. Anda bisa mulai dengan menerapkan pola makan sehat disertai dengan melakukan olahraga secara teratur. Perbanyak pilihan makanan yang kaya akan kandungan vitamin D dan kalsium. Mulailah kurangi merokok hingga benar-benar bisa menghindari sepenuhnya dan kurangi mengonsumsi minuman keras.

Mencegah Keretakan Tulang

Pengidap osteoporosis umumnya disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan demi mencegah keretakan tulang. Pilihan jenis pengobatan osteoporosis yang diberikan tergantung kepada tingkat risiko keretakan tulang Anda. Hal ini didasarkan pada sejumlah data seperti hasil pemeriksaan DEXA dan usia Anda.

Bagi Anda yang telah didiagnosis mengidap osteoporosis, penting untuk menjaga diri agar tidak mengalami cedera atau mengalami keretakan tulang. Pengidap yang telah lanjut usia disarankan untuk menjalani pemeriksaan penglihatan dan pendengaran secara teratur. Ciptakan rumah dan lingkungan yang aman dengan memindahkan perabot yang membuat Anda berisiko untuk jatuh, terantuk, atau terbentur.

Jika Anda telah mengalami keretakan tulang, terdapat beberapa cara yang dapat membantu Anda untuk pulih. Misalnya perawatan dengan mandi air hangat atau menyiapkan kantong kompres dingin. Relaksasi juga bisa membantu proses pemulihan.

Pencegahan dan Pengobatan Osteoporosis

* Strategi untuk mengurangi pengembangan osteoporosis, termasuk:
* Diet sehat dan kebiasaan berolahraga. Bisa membuat tulang kuat sejak usia muda yang akan memuaskan efeknya saat massa tulang mulai berkurang di usia 30-an.
* Cukupi kebutuhan kalsium harian dengan makanan yang kaya dengan kalsium.
* Latihan beban secara teratur bisa memperkuat tulang.
* Tidak merokok
* Tidak mengkonsumsi alkohol.
* Konsultasikan ke dokter untuk mengetahui kepadatan tulang anda.

Berapa Kebutuhan Kalsium Yang Saya Butuhkan?

Untuk pertumbuhan tulang yang normal, bayi membutuhkan sekitar 120 mg kalsium per hari. Namun, proporsi kalsium yang diserap dari ASI sang ibu hanya sekitar 55% sampai 60%. Oleh karena itu, diperkirakan asupan kalsium harian yang direkomendasikan untuk bayi adalah sebagai berikut:

* ASI bayi usia 0-5 bulan: 300 mg / hari
* Susu formula bayi usia 0-5 bulan: 400 mg / hari

*Anak-anak & remaja* Untuk anak-anak dan remaja, jumlah yang disarankan adalah:

* Anak-anak berusia 1 sampai 3 tahun: 500 mg / hari
* Anak-anak berusia 4 sampai 6 tahun: 600 mg / hari
* Anak-anak berusia 7 sampai 9 tahun: 700 mg / hari
* Anak laki-laki berusia 10 sampai 18 tahun: 1.000 mg / hari
* Anak perempuan berusia 10 sampai 18 tahun: 1.000 mg / hari

*Orang Dewasa* Untuk orang dewasa, jumlah yang disarankan adalah:

* Pria berusia 19 sampai 65 tahun: 800 mg / hari
* Pria berusia lebih dari 65 tahun: 1.000 mg / hari
* Wanita berusia 19 sampai 50 tahun: 800 mg / hari
* Wanita berusia lebih dari 50 tahun: 1.000 mg / hari

*Ibu hamil dan menyusui* Untuk ibu hamil dan menyusui, jumlah asupan kalsium yang disarankan adalah: 1.000 mg / hari.

Bagaimana Saya Tahu Jika Saya Kehilangan Kepadatan Tulang?

Kepadatan tulang /(bone density)/ adalah istilah yang menggambarkan berapa padat tulang anda. Untuk menentukan kepadatan tulang dan risiko patah dari osteoporosis, anda harus melakukan sebuah test yang bernama /Bone Mineral Density/ (BMD). Pada umumnya, jika angka kepadatan tulang lebih rendah, maka risiko patahnya tulang akan lebih tinggi.

Ada beberapa mesin khusus yang bisa digunakan untuk mengukur kepadatan tulang. Semuanya tanpa sakit, non invasif, dan aman. Di beberapa tempat pemeriksaan, anda diharuskan mengganti pakaian dengan pakaian khusus.

Tanyakan pada dokter tentang pemeriksaan kepadatan tulang jika anda merasa berisiko terkena osteoporosis, terlebih jika anda wanita yang sudah menopause, atau jika anda pria dan wanita di atas usia 65 tahun.

*Berapa angka T-score anda?*

Berapa angka t-score Anda?

Berapa angka t-score Anda?

_*Di atas -1,0*_ – Artinya massa tulang anda normal.
_*-1,0*_ – Artinya massa tulang anda 10% di bawah normal.
_*-1,5*_ – Artunya massa tulang anda 15% di bawah normal.
_*-2,0*_ – Artinya massa tulang anda 20% di bawah normal.
_*-2,5 atau kurang*_ – Anda dianggap osteoporosis.

Angka /Bone Mineral Density/ (BMD) anda akan dibandingkan dengan dua kondisi normal, normal di usia muda/ /”young normal”/ dan sesuai usia anda/ /”age-matched”/. Angka T-score membandingkan kepadatan tulang anda
sekarang (BMD) dengan kepadatan tulang pada puncak orang sehat di usia 30 tahun. Risiko kepatahan tulang akan meningkat saat BMD anda jatuh di bawah tingkat /”young normal”/.

Dampak dan Gejala Osteoporosis

Osteoporosis sering disebut dengan penyakit sunyi karena tidak menimbulkan gejala kecuali fraktur/ keretakan/ patah tulang telah terjadi. Gejala osteoporosis termasuk:

* Nyeri punggung bagian bawah.
* Kehilangan tinggi badan sepanjang waktu disertai badan membungkuk.
* Patah tulang terjadi saat terjatuh atau kecelakaan yang tidak serius.

*Perbandingan Tulang Normal Dan Tulang Osteoporosis*

Inilah yang terjadi di dalam inti tulang dari orang normal dan orang dengan osteoporosis.

 

Perbandingan tulang normal dan tulang osteoporosis

Perbandingan tulang normal dan tulang osteoporosis

*Bagian Tulang Yang Paling Sering Terkena Osteoporosis*

Fraktur /keretakan/ patah sering terjadi pada tulang belakang akibat kelemahan tulang belakang menahan beban badan. Hal ini bisa terjadi trauma (rasa sakit). Bungkuk bisa terjadi karena kolapsnya tulang
belakang yang terluka.

bagian tulang yang paling sering terkena osteoporosis

bagian tulang yang paling sering terkena osteoporosis

 

*Badan Bungkuk Pada Osteoporosis*

Osteoporosis melemahkan tulang, yang bisa menuju pada fraktur tulang belakang. Fraktur pada tulang belakang menyebabkan hilangnya tinggi badan dan /kyphosis/ (bungkuk). Kolapsnya tulang belakang mungkin akan menimbulkan rasa sakit, namun sebagian besar terjadi tanpa gejala. Setiap orang mungkin hanya akan sadar dengan pembungkukan dan hilangnya tinggi badan.

bagian bungkuk pada osteoporosis

bagian bungkuk pada osteoporosis

 

Makanan dan minuman yang harus dihindari untuk penderita osteoporosis 

Jangan sampai asupan kalsium Anda semakin menipis karena dicuri makanan berikut :

  • Kopi
    Hati-hatilah bila Anda termasuk salah satu penggemar kopi karena kebiasaan ini dapat merugikan kesehatan tulang Anda. Kandungan kafein yang berlebihan di dalam tubuh akan mengganggu proses penyerapan kalisum di dalam usus dan meningkatan pengeluaran kalsium dari dalam tubuh. Untuk itu, kurangilah konsumsi minuman ini jika Anda tak mau tabungan kalsium di dalam tubuh Anda semakin terkuras.
  • Makanan yang banyak mengandung natrium
    Menyantap makanan yang banyak mengandung natrium ternyata tidak hanya memicu penyakit hipertensi, namun juga menyebabkan pengeroposan tulang. Mengapa? Karena ternyata makanan ini akan meningkatkan pembuangan kalsium melalui urine. Jenis makanan yang bernatrium tinggi adalah garam dapur dan makanan yang menggunakan olahan garam, seperti ikan asin, telur asin, sayur asin, dan pengawet natrium benzoat.
  • Makanan yang banyak mengandung fosfor
    Salah satu penyebab osteoporosis adalah terganggunya keseimbangan kalsium dan fosfor di dalam tubuh. Rasio normal antara kalsium dan fosfor (Ca:P) di dalam tubuh adalah 2:1. Pada kondisi rasio yang ideal ini, penyerapan terhadap kalsium menjadi optimal. Namun, keseimbangan rasio kalsium dan fosfor ini dapat terganggu apabila terjadi peningkatan asupan fosfor di dalam tubuh. Akibatnya, penyerapan kalsium akan terhambat yang menyebabkan terjadinya penurunan massa tulang dan akhirnya osteoporosis. Batas yang konsumsi fosfor dianjurkan untuk pria dan wanita di atas 30 tahun adalah 700 mg. Konsumsi fosfor lebih dari 4000 mg selama masa remaja sampai usia 70 tahun sangat tidak disarankan. Produk yang mengandung fosfor tinggi contohnya soft drink dan minuman berkarbonasi lainnya
  • Makanan yang banyak mengandung asam oksalat atau asam fitat
    Oksalat dan asam fitat dapat berikatan dengan kalsium sehingga membentuk senyawa kalsium oksalat dan kalsium fitat yang tidak larut dan menyebabkan kalsium sulit diserap. Salah satu makanan yang banyak mengandung oksalat adalah bayam, sedangkan asam fitat banyak ditemukan pada biji-bijian. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh mengkonsumsi makanan-makanan ini. Hanya saja, jangan mengkonsumsi kalsium Anda bersamaan dengan mengkonsumsi makanan-makanan ini.
  • Makanan hewani
    Makanan hewani merupakan sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun jika dikonsumsi secara berlebih, dampaknya bisa merugikan tubuh. Pada saat proses konversi protein menjadi energi, akan terbentuk sulfat. Sulfat inilah yang menyebabkan hilangnya kalsium yang sudah dikonsumsi. Untuk itu, batasilah konsumsi steak, kambing guling, ayam goreng, dan masakan lainnya yang menggunakan daging sebagai bahan baku utamanya demi kesehatan tulang Anda.

 

Makanan Sehat Dianjurkan Untuk Penderita Osteoporosis

  • Sumber hidrat arang : Semua bahan makanan sumber hidrat arang
  • Sumber Protein hewani : Ikan teri, ikan sarden, udang rebon kering, telur.
  • Sumber protein nabati : Kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tahu, tempe, oncom dan sebagainya
  • Lemak : minyak dalam jumlah terbatas
  • Telur. Selain protein, telur juga salah satu makanan yang mengandung vitamin D alami.
  • Sayuran. Termasuk di dalamnya brokoli, kembang kol, dan bit sebaiknya rutin dikonsumsi setiap hari demi menguatkan tulang. Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, sawi hijau,kacang panjang, pakcoi dan caisim
  • Sayuran hijau gelap adalah salah satu makanan pelawan osteoporosis. Namun waspadai sayuran bayam. Sebab ternyata di dalamnya ada senyawa oxalate yang ternyata mencegah penyerapan kalsium oleh tubuh.
  • Wortel. Wortel kaya akan alpha-carotene, beta carotene dan betacryptoxanthin yang baik untuk mempertahankan kekuatan tulang. Cuci bersih buah wortel dan makanlah dalam keadaan masih mentah. Wortel mentah punya manfaat lebih baik bila dibandingkan yang sudah dimasak matang. Anda juga dapat mengonsumsi wortel sebagai campuran salad.
  • Buah :Semua macam buah . Buah-buahan, misalnya jeruk, jambu, strawberry, dan nanas. Buah-buahan tersebut menyediakan vitamin C yang mampu memperkuat tulang. Jangan lupakan juga pisang dan apel.
  • Kurma. Suka makan kurma? Berita baik bagi Anda. Sebab kurma sumber kalsium dan magnesium yang meningkatkan kepadatan tulang tubuh Anda.
  • Ragi. Ragi setidaknya memiliki 330-350 miligram kalsium setiap 100 gram berat keringnya
  • Kacang. Jangan malas makan kacang yang kaya kalsium, magnesium, mangan, dan fosfor. Terutama jenis kacang almond, kacang hijau dan pistachio yang merupakan sumber kalsium terbaik.
  • Bumbu :Semua macam bumbu
  • Susu dan produk susu seperti keju, yogurt, atau susu skim adalah konsumsi wajib bagi Anda yang tidak mau terserang osteoporosis. Sebab di dalam makanan tersebut terkandung kalsium dan protein yang memperkuat dan menyehatkan tulang. Susu dan produk susu yang sudah diolah seperti keju, yoghurt, mentega, margarine.
  • Makanan Sumber Natrium : Roti, krekers, dendeng, abon, ikan asin, ikan pindang
  • Makanan Sehat Untuk Penderita Osteoporosis sumber vitamin D seperti : Susu, produk olahan susu ( keju, yoghurt ), kedelai, produk olahan kedelai ( tahu, tempe ), ikan, hati.
  • Omega-3. Anda bisa menemukannya dalam biji labu, biji rami, atau minyak ikan.  Selain osteoporosis, omega-3 juga akan melawan penyakit rematik dan nyeri sendi.
  • Makanan berkalsium lain, contohnya jus jeruk, minuman yang terbuat dari kedelai, produk tahu, dan juga tajin. Semuanya adalah sumber kalsium terbaik untuk melawan osteoporosis.
  • Konsumsilah obat herbal untuk osteoporosis

Demikianlah Jenis-Jenis Makanan Sehat Yang Dapat Menjaga Tulang Tetap kuat untuk menghindari tulang keropos atau osteoporosis. bagikan artikel ini ke teman-teman dengan cara menekan tombol share dibawah ini. mudah kok dan tentunya gratis banget.

yang dicari :

%d bloggers like this: