Penyebab Dan Gejala Penyakit Nefritis

Penyebab Dan Gejala Penyakit Nefritis

Ginjal adalah organ tubuh yang memiliki banyak pembuluh darah dan berbentuk seperti kacang. Di dalam tubuh kita terdapat sepasang ginjal yang memiliki fungsi yang sangat penting antara lain :

   
-Sebagai sistem filter dan membuang sampah dari tubuh4
   
-Menjaga keseimbangan cairan tubuh
   
-Memproduksi hormon yang mengatur tekanan darah
   
-Memproduksi hormon yang Erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah
   
-Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang
Ginjal diselubungi oleh suatu kapsul yang terbentuk dari jaringan serabut. Bagian luar ginjal disebut korteks, sedangkan bagian dalamnya disebut medula. Pada bagian dalam terdapat ruang kosong (pelvis). Pada ginjal terdapat nefron yang merupakan unit dan fungsional terkecil. Pada manusia terdapat sekitar satu juta nefron. Setiap nefron terdiri dari badan malpighi (mengandung glomerulus yang diselubungi oleh kapsula bowman dan saluran nefron). Nefron mengandung dua macam unsur, yaitu unsur pembuluh (elemen vaskuler) dan unsur epitel. Bagian nefron yang mengandung unsur pembuluh, yaitu arterial, glomerulus dan kapiler tubuler. Bagian nefron yang mengandung unsur epitel yaitu kapsula bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle dan tubulus kontortus distal.

Nefron dibagi menjadi dua macam, yaitu nefron korteks dan nefron jukstamedula. Nefron korteks terletak dibagian korteks, pada umumnya ditandai dengan  adanya lengkung henle yang pendek. Sedangkan nefron jukstamedula memiliki glomerulus yang letaknya dibagian koerteks dekat bagian medula serta memiliki lengkung henle yang panjang dan membujur jauh kedalam bagian medula.
       
*Proses pembentukan urin

Didalam ginjal terjadi pembentukan urin. Pembentukan urin terjadi melalui serangkaian proses filtrasi (penyaringan) zat-zat sisa yang bercun, reabsorbsi (penyerapan kembali) dan augmentasi (pengeluaran zat sisa yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh dan tidak mengkin disimpan lagi).
           
Ginjal manusia merupakan alat utama ekskresi, sehingga jika ada gangguan ginjal akan menganggu sistem ekskresi. Beberapa kelainan atau gangguan tersebut adalah gagal ginjal, uremia, diabetes melitus, albuminaria, kencing batu dan nefritis. Dalam makalah ini akan dijelaskan secara khusus tentang adanya penyakit nefritis.
*) Pengertian Nefritis

Nefritis adalah peradangan pada nefron karena bakteri streptokokus yang masuk melalui saluran pernapasan. Dari saluran pernapasan, Bakteri terbawa oleh darah ke ginjal. Akibat adanya peradangan, protein yang masuk bersama urin primer tidak dapat disaring, sehingga akan ikut keluar bersama urin. Nefritis kronis biasanya terjadi pada orang yang sudah lanjut usia ditandai dengan tekanan darah tinggi, pengerasan pembuluh darah dalam ginjal dan rusaknya glomerulus atau tubulus.
*) Penyebab Nefritis

Peradangan ginjal biasanya disebabkan oleh infeksi, seperti yang terjadi pada pielonefritis atau suatu reaksi kekebalan yang keliru dan melukai ginjal. Suatu reaksi kekebalan yang abnormal bisa terjadi melalui 2 cara:
1. Suatu antibodi dapat menyerang ginjalnya sendiri atau suatu antigen (zat yang merangsang reaksi kekebalan) menempel pada ginjal.

2. Antigen dan antibodi bergabung di bagian tubuh yang lain dan kemudian menempel pada sel-sel di dalam ginjal.

 

*) Gejala Nefritis3
Tanda-tanda dari nefritis adalah:
-hematuria (darah di dalam air kemih)
-proteinuria (protein di dalam air kemih)
-kerusakan fungsi hati, yang tergantung kepada jenis, lokasi dan beratnya reaksi kekebalan.
Gejala ini lebih sering nampak terjadi pada masa kanak-kanak dan dewasa dibanding pada orang-orang setengah baya. Bentuk yang paling umum dijumpai dari nefritis adalah glomerulonefritis. Sedangkan nefritis yang sudah kronis biasanya terjadi pada orang-orang yang sudah lanjut usia ditandai dengan tekanan darah tinggi, dan rusaknya glomerulus atau tubulus.
Penderita biasanya mengeluh tentang rasa dingin, demam, sakit kepala, sakit punggung, udema (bengkak) pada bagian muka biasanya sekitar mata (kelopak), mual dan muntah-muntah, Sulit buang air kecil dan air seni menjadi keruh. Seringkali terjadi dalam periode 3 sampai 6 minggu setelah infeksi streptokokus.

You may also like...

%d bloggers like this: