Penyebab Bell’s Palsy

Penyebab Bell’s Palsy

3Banyak yang belum mengenal bell’s palsy, padahal bell’s palsy dapat menyerang mulai dari usia muda hingga tua. Beberapa waktu yang lalu penulis terserang bell’s palsy dan pada kesempatan ini penulis bermaksud membuat tulisan ini agar siapapun dapat mencegah ataupun dapat mengenali penyakit ini agar pengobatannya lebih maksimal. Konten dari tulisan berikut adalah ilmiah tetapi disajikan dengan bahasa yang sederhana agar lebih mudah untuk dipahami. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Bell’s palsy menempati urutan ketiga penyebab terbanyak dari paralysis fasial akut (kelumpuhan otot wajah yang proses munculnya gejala berlangsung cepat). Bell’s palsy dapay menyerang umur berapapun tapi lebih sering terjadi pada umur 15-50 tahun.

Wanita dan laki-laki memiliki kemungkinan yang sama untuk terserang Bell’s palsy. Akan tetapi wanita muda yang berumur (10-19 tahun) lebih rentan terserang daripada laki-laki pada kelompok umur yang sama. 63% menyerang wajah sebelah kanan.
Sedangkan di Indonesia, insiden Bell’s palsy secara pasti sulit ditentukan.

Data yang dikumpulkan dari 4 buah Rumah sakit di Indonesia didapatkan frekuensi Bell’s palsy sebesar 19,55 % dari seluruh kasus neuropati (kelumpuhan saraf) dan terbanyak pada usia 21 – 30 tahun. Lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Tidak didapati perbedaan insiden antara iklim panas maupun dingin, tetapi pada beberapa penderita didapatkan adanya riwayat terpapar udara dingin atau angin berlebihan.

Bell’s palsy  adalah penyakit autoimun, yaitu suatu keadaan dimana system imun menyerang tubuh kita sendiri. dalam hal ini, system imun menyerang nervus fasialis (saraf diwajah) sehingga menyebabkan kelumpuhan. Penyebab pasti autoimun tersebut masih belum diketahui (idiopatik). 

Akantetapi, ada beberapa hal yang diduga sebagai factor pencetus timbulnya Bell’s palsy,diantaranya:
* Virus Herpes simplex.

260-70% kasus Bell’s palsy juga diikuti dengan hadirnya virus herpes simplex (studied by Dr. Shingo Murakami and others). Diduga virus ini sudah menyerang sejak anak-anak. Tetapi bisa juga menyebar lewat penggunaan handuk atau peralatan secara bersama dengang orang lain yang terlebih dahulu diserang. Beberapa virus lain juga diduga sebagai penyebabnya seperti cytomegalovirus, Epstein-Barr, rubella and mumps.
* Kongenital.

Bell’s palsy juga biasa nya terjadi karena bawaan lahir. Hal ini bisa disebabkan oleh karena sindroma moebius atau karena trauma lahir (seperti perdarahan intracranial/perdarahan didalam kepala atau fraktur tengkorak/patah tulang tengkorak). Keduanya terjadi pada saat proses kelahiran anak.
* Riwayat terpapar udara dingin secara terus menerus.

Kebanyakan penderita Bell’s palsy memiliki kesamaan riwayat, yaitu pernah terpapar udara dingin secara terus menerus. Misalnya karena terpapar udara dingin karena setiap malam naik motor atau terkena angin AC secara langsung secara terus menerus.

%d bloggers like this: