Penyebab dan Gejala Dyspepsia

Penyebab Dan Gejala Dyspepsia Atau Gangguan Pencernaan

Apa itu Dyspepsia ?

Dyspepsia adalah

  • Gangguan akut, kronik, atau nyeri yang berulang atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas. Rome III Committee telah mendefinisikan dyspepsia sebagai nyeri epigastrik/rasa terbakar, rasa kenyang, atau rasa penuh setelah makan. Rasa terbakar di dada harus dibedakan dari dyspepsia. Saat rasa terbakar di dada lebih dominan, hal ini mengarahkan kepada terjadinya gastroesofageal refluks. Dispepsia terjadi pada 15% dewasa dan 3% pada orang yang melakukan pemeriksaan umum.

Ternyata dyspepsia itu adalah penyakit yang menyerang usus dan mengindikasikan abnormalitas dalam sistem pencernaan. Dyspepsia lebih sering dikenal dengan nama indigestion (gangguan pencernaan). Pada umumnya, dyspepsia merupakan sekumpulan sindrom yang mengindikasikan suatu masalah di kerongkongan, perut, atau usus duabelas jari.

Penyebab Dyspepsia Atau Gangguan Pencernaan

Dyspepsia disebabkan oleh beragam hal yang dapat ditelusuri berdasarkan kategorinya.

  • Non-ulcer dyspepsia adalah dyspepsia yang tidak diketahui penyebabnya karena bila diendoskopi bagian kerongkongan, perut, atau duodenum terlihat normal, tidak menunjukkan borok sama sekali. Diperkirakan 6 dari 10 penderita dyspesia tergolong dalam kategori ini.
  • Duodenal and stomach (gastric) ulcers yakni dyspesia yang disebabkan oleh borok di usus duabelas jari atau lambung. Jenis ini kerap dinamai peptic ulcer.
  • Duodenitis and gastritis atau radang di usus duabelas jari dan/atau lambung. Radang tersebut bisa saja ringan atau parah, tergantung boroknya.
  • Acid reflux, oesophagitis and GORD. Acid reflux terjadi ketika zat asam keluar dari lambung dan naik ke kerongkongan. Acid reflux bisa menyebabkan esofagitis (radang kerongkongan) atau gastro-oesophageal reflux disease (GORD – acid reflux, dengan atau tanpa esofagitis).
  • Hiatus hernia atau lambung bagian atas menekan dada bagian bawah melalui bagian diafragma yang bermasalah. Biasanya hiatus hernia hanya menyebabkan GORD.
  • Infeksi bakteri H. pylori.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya obat-obatan anti peradangan atau obat-obatan lain (misalnya antibiotik dan steroid).

 

 

Penyebab dispepsia terdiri dari beberapa hal. berikut ini  beberapa penyebab dari dispepsia.

1. Intoleransi Makanan atau Obat

  • intoleransi makanan merupakan penyebab dari dispepsia. pada kondisi akut,  dispepsia  mungkin disebabkan oleh makan berlebihan, makan yang terlalu cepat, makan makanan berlemak, makan saat keadaan stress, atau minum alcohol atau kopi terlalu banyak. Selain makakan, banyak juga obat-obatan yang menyebabkan dyspepsia, seperti aspirin, NSAID, antibiotic (metronidazol, makrolid), obat diabetes (metformin, penghambat alfa glukosidase, analog amylin, antagonis reseptor GLP-1), obat antihipertensi (ACE inhibitor, angiotensin reseptor bloker), agen penurun kolesterol (niasin, fibrat), obat-obat neuropsikiatrik (penghambat kolinestraseàdonepezil, rivastigmine), SSRIs (fluoxetine, sertraline), penghambat serotonin-norepinefrin-reuptake (venlafaxine, duloxetine), obat Parkinson (agonis dopamine, monoamine oxidase (MAO-B) inhibitor), kortikosteroid, estrogen, digoxin, zat besi, dan opioids.

 

2. Dyspepsia Fungsional

  • dispepsia fungsional Ini adalah penyebab utama dyspepsia kronik. Pada 3-4 dari 10 pasien tidak ditemukan kelainan organik setelah di evaluasi. Gejala mungkin timbul dari interaksi yang kompleks dari peningkatan sensitivitas visceral aferen, pengosongan lambung yang terlambat atau sistem akomodasi makanan yang terganggu, atau stress psikososial. Walaupun jinak, gejala ini bisa menjadi kronik dan susah untuk disembuhkan apabila tidak ditangani dengan tepat.

 

3. Disfungsi Lumen dari Traktus Gastrointestinal

  • Dispepsia juga dapat terjadi akibat disfungsi lumen saluran cerna. keadaan keadaan berikut ini dapat menyebabkan disfungsi lumen saluran cerna: Ulkus peptik terjadi pada 5-15% pasien dyspepsia. Gastro Esofageal Refluks Desease (GERD) terjadi pada 20% pasien dengan dyspepsia, walaupun tanpa rasa terbakar di dada. Kanker lambung atau esophagus teridentifikasi pada 0.25-1% tapi ini sangat jarang pada orang di bawah 55 tahun dengan dyspepsia yang tidak berkomplikasi. Penyebab lainnya termasuk gastroparesis (terutama pada DM), intoleransi laktosa atau kondisi malabsorpsi, dan infeksi parasit (Giardia, Strongyloides, Anisakis).

 

4. Infeksi Helicobacter pylori

  • Walaupun infeksi lambung kronis karena H. pylori adalah penyebab utama dari penyakit ulkus peptic, infeksi ini bukan penyebab pada dyspepsia yang tidak ada penyakit ulkus peptiknya. Prevalensi dari H. pylori berhubungan dengan gastritis kronik pada pasien dengan dyspepsia tanpa penyakit ulkus peptic sekitar 20-50%, sama pada sebagian besar populasi.

 

5. Penyakit Pankreas

  • Karsinoma pancreas dan pancreatitis kronik sering bergejala dispepsi.

 

6. Penyakit Saluran Empedu

  • Nyeri epigastrik atau nyeri pada kuadran kanan atas karena kolelitiasis atau koledokolitiasis harus dibedakan dari dyspepsia.

 

7. Kondisi Lainnya

  • DM, penyakit tiroid , peyakit ginjal kronik, iskemik miokard, keganasan intraabdomen, volvulus gaster atau hernia paraesofageal, dan kehamilan kadang-kadang disertai dyspepsia.

 

Gejala Dyspepsia

Pada umumnya, dyspepsia merupakan sekumpulan sindrom yang mengindikasikan suatu masalah di kerongkongan, perut, atau usus duabelas jari. Gejala utamanya adalah rasa sakit atau tidak nyaman di perut bagian atas. Tetapi, ada pula gejala-gejala lain yang menyertai gejala utama tersebut, seperti :

  • heartburn (rasa panas seperti terbakar di dada bagian bawah)
  • kembung  
  • sendawacepat merasa kenyang
  • mual atau muntah

 

Pencegahan Dyspepsia

Untuk menghindari penyakit Dyspepsia yaitu dengan

  • Atur pola makan seteratur mungkin.
  • Hindari makanan berlemak tinggi yang menghambat pengosongan isi lambung
    (coklat, keju, dan lain-lain).
  • Hindari makanan yang menimbulkan gas di lambung (kol, kubis, kentang, melon, semangka, dan lain-lain).
  • Hindari makanan yang terlalu pedas.
  • Hindari minuman dengan kadar caffeine dan alkohol.
  • Hindari obat yang mengiritasi dinding lambung, seperti obat anti-inflammatory, misalnya yang mengandung ibuprofen, aspirin, naproxen, dan ketoprofen. Acetaminophen adalah pilihan yang tepat untuk mengobati nyeri karena tidak mengakibatkan iritasi pada dinding lambung.
  • Kelola stress psikologi se-efisien mungkin.
  • Jika anda perokok, berhentilah merokok.
  • Jika anda memiliki gangguan acid reflux, hindari makan sebelum waktu tidur.
  • Hindari faktor-faktor yang membuat pencernaan terganggu, seperti makan terlalu banyak, terutama makanan berat dan berminyak, makan terlalu cepat, atau makan sesaat sebelum olahraga.
  • Pertahankan berat badan sehat
  • Olahraga teratur (kurang lebih 30 menit dalam beberapa hari seminggu) untuk mengurangi stress dan mengontrol berat badan, yang akan mengurangi dispepsia.
  • Ikuti rekomendasi dokter Anda mengenai pengobatan dispepsia. Baik itu antasid, PPI, penghambat histamin-2 reseptor, dan obat motilitas.

Sungguh tersiksa apabila kita mengalami hal tersebut diatas ( penyakit Dyspepsia Atau Gangguan Pencernaan).

Kami merekomendasikan Herbal Terbaik dari Naturally Plus yaitu S LUTENA

Penyebab dan Gejala Dyspepsia

Penyebab dan Gejala Dyspepsia

Mengapa Anda harus memilih herbal sebagai pilihan cara pengobatan saat ini? Bagi Anda yang telah jenuh menjalani perawatan pengobatan secara medis namun tak kunjungi mendapatkan kesembuhan yang didambakan tentunya bukan hal yang mengherankan lagi jika kini Anda mulai tertarik untuk memilih system pengobatan herbal yang sudah banyak dibuktikan orang.

 

Namun pengobatan secara herbal semata-mata juga tidak hanya harus Anda jadikan sebagai pengobatan alternatif setelah Anda merasa gagal dengan cara pengobatan medis.

 

Herbal menjadi pilihan utama yang harus Anda pilih mengingat banyaknya keuntungan yang akan Anda dapatkan dengan memilih herbal sebagai pengobatan.

 

Produk kesehatan terlaris lebih dari 2 juta orang setiap bulannya mengkonsumsi, Perusahaan besar sudah 20 tahun dari Negara Jepang berupa kapsul softgel dengan kandungan nutrisi penting yang paling basic, yang seharusnya cukup di konsumsi oleh kita berupa multi caroten atau karotenoid seperti alfa caroten, beta caroten, lycophene, zeaxanthine, dll dengan formula golden ratio. Memiliki paten internasional dan banyak sekali pengakuan testimoni dan sertifikat penghargaan internasional di rekomendasikan oleh asosiasi kesehatan di Jepang atau NNFA yang terdiri dari 6600 dokter, sebagai anti kanker terbaik dan bermanfaat untuk darah, kulit, otak dan mata, untuk lebih jelasnya bisa di pelajari video dan website nya klik di sini bisa disebut juga obat alami s. lutena

 

slutena

 

Penyebab dan Gejala Dyspepsia

Penyebab dan Gejala Dyspepsia

cara minumnya cukup sehari 1 sd 3 kapsul senilai +/- 15 rb . Karena produk ini penting di konsumsi setiap hari maka ada sistem member atau langganan seperti konsumsi seumur hidup dan di sinilah ada sistem peluang bisnis juga yaitu penghasilan pasif nya, khususnya di group konsumen online bersama website di link tersebut tadi berupa susunan otomatis limpahan para konsumen se Indonesia bahkan dari luar negeri saling terhubung. Silahkan dipelajari saja, sangat recommended.

 

Kesehatan adalah Harta paling berharga bisa juga lihat di facebook slutena 

 

Semoga informasi ini bermanfaat, sudah banyak yang membuktikannya sendiri, baik tua usia sangat sepuh/ lansia (testimoni langsung, ketemu orangnya) mapun yang muda, konsumsi saja rutin seumur hidup karena memang nutri nya sangat penting untuk kesehatan, jangan sampai terlambat dan bahkan memakan biaya mahal ke rumah sakit, akibat sakit organ tubuh kita.

 

Langsung hubungi admin CS kami Via TELP / SMS / WA / BBM untuk order dan pemesanan !!!

yang dicari :

You may also like...

%d bloggers like this: