Penyebab Dan Gejala Hepatitis A

Penyebab Dan Gejala Hepatitis A

penyakit liver, penyebaab dan gejala hepatitis A

hepatitis A

Hepatitis A merupakan infeksi virus pada hati. Virus Hepatitis A ditularkan melalui jalur anus dan mulut. Media penularanya adalah makanan atau air tercemar, atau melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Penyakit ini dahulunya dinamakan hepatitis infeksiosa. Sampai sekarang hepatitis A masih bersifat endemis di negara berkembang sehubungan dengan lingkungan dan sanitasi yang masih buruk. Pada daerah beriklim tropis seperti Indonesia, penyakit banyak timbul selama musim hujan dan terutama menyerang anak-anak dan orang dewasa muda.

Penyebab Penyakit Hepatitis A

Virus Hepatitis (VHA) berbentuk partikel dengan ukuran 27 nanometer, merupakan virus RNA dan termasuk golongan Picornaviridae. Hanya terdapat satu serotipe yang dapat menimbulkan penyakit hepatitis pada manusia. Virus ini sangat stabil dan tidak rusak dengan perebusan singkat. Penggandaan atau replikasi terjadi dalam sel epitel hati dan epitel usus.
Penularan Penyakit Hepatitis A

Cara penularannya melalui jalur fekal-oral, yang berarti melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi dengan tinja (faeces) penderita. Ini berarti infeksi sering terjadi pada lingkungan kumuh. Walaupun jarang, dilaporkan penularan dapat terjadi melalui suntikan (parental). Sering pula ditemukan kerang sebagai pembawa virus.

Masa inkubasi berkisar antara 15-45 hari, rata-rata 30 hari. Semua golongan usia dapat terserang penyakit ini. Penderita umumnya akan sembuh sempurna serta tidak pernah menjadi kronis. Penyakit pada fase akut umumnya 90% hadir tanpa gejala (asimptomatik) atau memberikan gejala yang sangat ringan, dan hanya sekitar 1% yang timbul kuning (ikterus). Gejala penyakit pada anak umumnya berupa asimptomatik dan anikterik.

Pada negara berkembang dimana kondisi sosial, ekonomi, hygiene, dan sanitasi lingkungan yang masih buruk sebagian besar anak-anak sudah terinfeksi virus ini sejak bayi. Keadaan ini dapat diketahui dengan adanya antibody anti VHA pada pemeriksaan darah mereka. Sementara di negara industri dan negara maju lainnya, penyakit hepatitis A terutama menyerang orang dewasa muda yang sering berpergian ke daerah dengan insiden infeksi hepatitis yang tinggi. 

Salah satu cara yang paling mudah untuk memperkirakan bahwa seseorang menderita penyakit hepatitis adalah melihat pada sklera. Secara normal, sklera berwarna putih. Bila seseorang terkena hepatitis, sklera dapat ditimbuni oleh bilirubin sehingga menjadi berwarna kuning. Keadaan ini terjadi peningkatan kadar bilirubin darah yang secara mudah dapat dilihat melalui gambaran sklera yang berwarna kuning ini dinamakan ikterik. Namun hal ini berbeda dengan hepatitis a anak yang tidak merasakan gejala apa-apa.

Pada anak-anak dibawah usia 6 tahun, 80-95% penderita tidak mengalami gejala sama sekali (asimpomatik). Seandainya anak-anak dibawah umur 6 tahun mengalami keluhan akibat hepatitis A anak yang dideritanya, umumnya ikterik tidak dijumpai. Sebaliknya pada penderita hepatitis dewasa, kebanyakan diantaranya memberikan keluhan dan 75-90% diantaranya mengalami ikterik.

Orang yang terinfeksi virus Hepatitis A dapat menularkan virus ini kepada orang lain dari dua minggu sebelum timbulnya gejala sampai seminggu setelah timbulnya
penyakit kuning (kira-kira tiga minggu secara keseluruhan).

Jumlah virus yang besar ditemui dalam tinja (cirik) orang yang terinfeksi selama waktu penularan. Hepatitis A biasanya ditularkan sewaktu virus dari orang yang terinfeksi tertelan oleh orang lain melalui, makanan dan minum air tercemar, seprai dan handuk yang dikotori tinja dari orang yang terinfeksi virus hepatitis A.

Hubungan Seksual dengan orang yang terinfeksi juga dapat kena Penyakit Hepatitis A. Orang yang belum menderita Hepatitis A dan belum divaksinasi sangat beresiko terjangkit penyakit tersebut.
Diagnosa Penyakit Hepatitis A

Diagnosis Hepatitis A berdasarkan tanda/ gejala pasien dan diperkuat dengan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah yang menunjukkan antibodi IgM terhadap hepatitis A.

Penderita Hepatitis A akan mengalami tanda/gejala kurang enak badan, demam, mual, nafsu makan menurun, perut terasa kurang enak, diikuti dengan air seni berwarna pekat, tinja pucat, mata dan kulit menjadi kuning (Penyakit Kuning).

Penyakit biasanya berlanjut selama satu sampai tiga minggu. Walaupun gejala tertentu dapat berlanjut lebih lama dan hampir selalu diikuti dengan penyembuhan sepenuhnya. Anak-anak kecil yang terinfeksi biasanya tidak menderita gejala seperti orang dewasa.

Hepatitis A tidak mengakibatkan penyakit hati jangka panjang (kronis) dan kematian akibat hepatitis A jarang terjadi. Jangka waktu antara kontak dengan virus dan timbulnya gejala biasanya empat minggu, tetapi dapat berkisar antara dua sampai tujuh minggu.

Gejala Penyakit Hepatitis A

Hepatitis A mengancam setiap orang. Dalam kondisi lelah fisik, makan sembarangan, saat kekebalan tubuh menurun resiko tertular hepatitis pun meningkat. Meskipun tidak mengakibatkan resiko kematian yang besar, namun hepatitis A beresiko menimbulkan kejadian luarb biasa atau outbreak. Meskipun demikian, Anda tidak perlu panik. Pada dasarnya penyakit ini bersifat self limited disease (dapat sembuh dengan sendirinya). Namun tentu diperlukan kiat-kiat untuk menghadapinya.

 

Penyakit hati, penyebab dan gejala Hepatitis a

hepatitis A

Gejalanya:
-Masa tunas (inkubasi). Lamanya virus berada di dalam darah (viremia) pada hepatitis A berlangsung 15-45 hari. Kerusakan sel-sel hati berlangsung pada stadium ini.
-Fase prodromal. Berlangsung 2-7 hari dengan gejala seperti menderita influenza. Keluhan yang ada antara lain badan terasa lemas dan lelah, tidak nafsu makan (anoreksia), mual dan muntah, nyeri dan tidak enak di perut, demam kadang-kadang menggigil, sakit kepala, nyeri pada sendi (arthralgia), pegal-pegal pada otot (mialgia), diare, dan rasa tidak enak di tenggorokan.
-Fase ikterik. Biasanya setelah demam turun, air seni terlihat kuning pekat seperti air teh. Bagian putih dari bola mata (sclera), selaput lendir langit-langit mulut, dan kulit berwarna kekuning-kuningan. Bila terjadi hambatan aliran empedu ke dalam usus maka tinja akan berwarna pucat seperti dempul (faeces acholis). Warna kulit semakin bertambah kuning, selanjutnya menetap dan kemudian menghilang secara perlahan-lahan. Keadaan ini berlangsung sekitar 10-14 hari. Pada akhir stadium ini keluhan mulai berkurang dan penderita merasa lebih enak. Pada usia lebih lanjut sering terjadi gejala hambatan aliran empedu (cholestasis) lebih berat sehingga menimbulkan warna kuning yang lebih hebat dan berlangsung lebih lama.
-Fase penyembuhan (konvalesen). Fase ini ditandai dengan hilangnya keluhan yang ada. Gejala kuning mulai menghilang walaupun penderita masih terasa cepat lelah. Umumnya penyembuhan sempurna secara klinis dan laboratoris memerlukan waktu sekitar 6 bulan.

%d bloggers like this: