Penyebab Dan Gejala Kista Coklat atau Endometriosis

Penyebab Dan Gejala Kista Coklat Atau endometriosis

penyakit tumor, endometriosis

endometriosis

Kista coklat atau Endometriosis adalah kista indung telur kecil (seperti kista folikel) yang biasanya tidak menghasilkan gejala, kecuali terjadi pecah atau terpuntir sehingga menyebakan sakit perut, distensi dan kaku. Kista yang besar atau kista dalam jumlah banyak dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada panggul, sakit pinggang, rasa sakit saat berhubungan seksual, dan pendarahan uterus. Kista indung telur yang mengalami pemuntiran menyebabkan sakit perut yang akut.

Kista coklat atau endometriosis, timbul pada permulaan kehamilan dan diameternya dapat menjadi sebesar 5-6 cm dan menghasilkan rasa tidak enak didaerah panggul, apabila pecah, terjadi pendarahan massif pada satu sisi rongga perut. Pada wanita yang tidak hamil, kista ini akan membuat menstruasi terlambat diikuti dengan perpanjangan dan pendarahan ireguler. Kista indung telur polisistik juga menghasilkan tidak adanya menstruasi sekunder, penurunan siklus menstruasi dan terjadi infertilitas.

Biasanya dokter akan mendiagnosis kista indung telur berdasarkan gejala dan tanda-tandanya. Pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium akan membantu diagnosis dari beberapa tipe kista.

Penyebab Kista Coklat Atau endometriosis

Kista coklat atau Endometriosis berasal dari sel-sel selaput perut yang disebut peritoneum. Penyebabnya bisa karena infeksi kandungan menahun, misalnya keputihan yang tidak ditangani sehingga kuman-kumannya masuk ke dalam selaput perut melalui saluran indung telur. Infeksi tersebut melemahkan daya tahan selaput perut, sehingga mudah terserang penyakit. Gejala kista ini sangat khas karena berkaitan dengan haid. Seperti diketahui, saat haid tidak semua darah akan tumpah dari rongga rahim ke liang vagina, tapi ada yang memercik ke rongga perut. Kondisi ini merangsang sel-sel rusak yang ada di selaput perut mengidap penyakit baru yang dikenal dengan endometriosis. Karena sifat penyusupannya yang perlahan, endometriosis sering disebut kanker jinak. Ia tumbuh di seluruh lapangan perut dan pelan-pelan menyebar ke hampir semua organ tubuh misalnya usus, paru, hati, mata, otak, kulit, otot rahim, tetapi tempat bersarang yang paling sering adalah indung telur. Bentuk indung telur yang terkena endometriosis akan mengembang dan bertambah besar saat haid datang. Tak heran kalau penderita endometriosis sering mengalami nyeri haid. Ini akibat indung telur yang membengkak saat haid. Begitu darah keluar rasa sakit biasanya akan berkurang. “Namun, bila sudah terjadi pelekatan di perut akan timbul sakit yang luar biasa. Seluruh tubuh dari kepala hingga betis terasa seperti dipelintir.

Kebanyakan ovarian cysts (kista-kista indung telur) jarang sekali yang dirasakan (dicatat) dan menghilang begitu saja tanpa pernah disadari keberadaannya. Gejala-gejala yang timbul akibat kista adalah nyeri pada perut atau pelvis. Nyeri ini dapat disebabkan dari :

– Pecahnya kista

– Pertumbuhan yang cepat dan peregangan

– Perdarahan ke dalam kista, atau

– Perlintiran dari kista sekitar suplai darahnya (yang dikenal sebagai torsion)

Adakalanya ovarian cysts terdeteksi seorang dokter sewaktu pemeriksaan. Kebanyakan kista-kista didiagnosa dengan ultrasound, yaitu teknik imaging yang paling baik untuk mendeteksi ovarian cysts (kista-kista indung telur). Ultrasound adalah suatu metode imaging yang mengunakan gelombang-gelombang suara untuk menghasilkan suatu gambar (image) dari struktur-srktur di dalam tubuh. Ultrasound lebih aman karena tidak menyakitkan dan tidak membahayakan.

Jenis Kista Coklat Atau Endometriosis

Ada dua jenis Kista coklat atau endometriosis yaitu:

-Endometriosis interna

Pada endometriosis interna terdapat di jaringan endometrium di dalam miometrium

-Endometriosis Eksterna

Pada endometriosis eksterna terdapat di jaringan endometrium diluar uterus, seperti di perimetrium, tuba Fallopii, ovarium (paling sering), kandung kemih dan permukaan rektum, ligamen uterus, “cul-de-sac”, septum rekto-vaginal, apendiks, usus.

Terkadang jaringan itu juga ditemukan di dalam luka bekas laparatomi, vagina, vulva, dan umbilikus. Endometriosis berespons seperti endometrium normal, jadi ikut menebal, melepaskan diri, dan sebagainya seperti selama siklus haid biasa, termasuk perdarahan. Pada ovarium, berupa endometrium (kista yang dilapisi endometrium yang berfungsi). Bila berdarah ke dalam, isi kista tampak berwarna coklat disebut kista coklat. Bila perdarahan ke luar akan timbul perlengketan-perlengketan dalam rongga peritoneum.

Gejala Kista Coklat Atau Endometriosis

-Haid tidak teratur.

-Keluhan nyeri haid.

-Nyeri saat senggama.

-Nyeri panggul yang menetap atau kambuh yang dapat menyebar ke punggung bawah dan paha.

-Perut terasa penuh, berat, dan kambung.

-Tekanan pada dubur dan kandung kemih.

-Mual, ingin muntah, atau pengerasan payudara seperti pada saat hamil.

-Pebesaran payudara

Manifestasi klinis penyimpangan in

penyakit tumor, endometriosis

endometriosis

i bergantung lokasi lesi. Perut bagian bawah pelvis sakit, bersamaan dengan menstruasi, sakit pinggang (bagian belakang) sesaat sebelum atau selama haid, bertambah sepanjang mens, kemudian hilang. Sakit ini disebabkan iritasi dari perdarahan jaringan tersebut atau karena penekanan. Kadang-kadang sebuah kista coklat pecah menimbulkan akut abdomen. Luka parut pada ovarium/tuba dapat mengakibatkan steril dan/atau infertil. Bila ada dispareunia menandakan inflamasi mengenai uterus. Disuria menandakan inflamasi mengenai vesika urinaria. Nyeri sewaktu defekasi berarti mengenai rektum.

Diagnosa Kista Coklat Atau Endometriosis

Untuk mendiagnosis tidak ada tes spesifik. Pada pemeriksaan fisik terdapat massa bernodul kecil di organ-organ pelvis yang membesar selama haid, dan laparoskopi atau laparatomi eksplorasi adalah cara terpenting. Terapi untuk kondisi ini bergantung pada gejala, umur dan keinginan mempunyai anak. Pada endometriosis awal dibutuhkan analgetika dan follow-up. Bila gejala menghebat, harus dibedah. Bila yang bersangkutan ingin mempunyai anak, pembedahan dilakukan untuk mengeluarkan sebanyak mungkin jaringan endometrium, menyisakan uterus dan ovarium. Terapi hormon dapat menghambat ovulasi atau berakibat pseudopregnansi, yang dapat membantu pasien lebih muda. Pada adenomiosis, jaringan endometrium telah menyusup ke dalam miometrium. Invasi ini mungkin menyebar atau setempat dan berakibat membesarnya uterus.

yang dicari :

You may also like...

%d bloggers like this: