Penyebab Dan Gejala Konstipasi Atau Sembelit

Penyebab Dan Gejala Konstipasi atau Sembelit

penyakit usus, konstipasi

konstipasi

Konstipasi atau sembelit adalah keluhan pada sistem pencernaan yang paling umum dan banyak ditemui di masyarakat luas termasuk di sekitar kita. Bahkan diperkirakan sekitar 80% manusia pernah mengalami konstipasi atau sembelit.

Setiap orang memiliki frekuensi buang air besar (BAB) yang bervariasi. Beberapa orang BAB sampai tiga kali sehari, yang lain mungkin hanya tiga kali seminggu. Hal itu masih normal asalkan Anda merasa nyaman dan tidak merasa kesulitan BAB. Bila BAB Anda kurang dari tiga kali seminggu, perut terasa kembung dan kesulitan untuk mengeluarkan kotoran, Anda sudah mengalami kondisi yang disebut sembelit (konstipasi). Frekuensi BAB sebenarnya tidak selalu menjadi patokan. Anda dapat mengalami sembelit meskipun BAB setiap hari tetapi kotoran Anda keras dan Anda harus bersusah payah untuk mengeluarkannya.

Penyebab Konstipasi Atau Sembelit

Penyebab umum konstipasi atau sembelit yang berada disekitar kita antara lain:

~ Kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi.

~ Menderita panas dalam.

~ Stres atau depresi dan aktivitas yang cukup padat.

~ Pengaruh hormon dalam tubuh (misalnya karena menstruasi).

~ Usus kurang elastis (biasanya karena sedang dalam masa kehamilan atau usia lanjut).

~ Kelainan anatomis pada sistem pencernaan.

~ Efek samping akibat meminum obat yang mengandung banyak kalsium atau alumunium (misalnya obat antidiare, analgesik, dan antasida).

~ Kekurangan asupan vitamin C dan kekurangan makanan berserat.

~ Merupakan gejala penyakit (misalnya tifus dan hernia).

~ Sering menahan rangsangan untuk buang air besar dalam jangka waktu yang lama.

~ Emosi, karena orang yang emosi atau cemas ususnya kejang, sehigga pertaltik usus terhenti dan usus besar menyerap kembali cairan feses. Akibatnya feses menjadi semakin keras.

~ Jarang atau kurang berolahraga.

~ Gaya hidup tidak sehat. Penyebab paling umum, yang biasanya merupakan kombinasi dari kurangnya asupan cairan, kurangnya serat dalam makanan, kurangnya gerakan yang merangsang BAB.

~Sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome). Penderita sindrom ini berganti-ganti mengalami sembelit dan diare.

~Ketidakseimbangan elektrolit: defisiensi kalium (hipokalemia) dan kelebihan kalsium (hiperkalsemia).

~Penyumbatan oleh penyakit: divertikulitis, polip usus , fisura dan abses anus, ambeien/wasir , penyakit Crohn, kanker kolorektal.

~Penyumbatan oleh gangguan saraf, misalnya diabetes, Parkinson , multiple sclerosis.

~Gangguan hormonal: misalnya tiroid kurang aktif (hipotiroidisme), kehamilan.

Gejala Konstipasi atau Sembelit

-Sembelit disertai kram perut dan ketidakmampuan untuk kentut

-Sakit perut yang parah, terutama jika Anda kelebihan berat badan

-Ada darah atau lendir pada tinja

-Sembelit bergantian dengan diare

-Dubur terasa sakit.

Penanganan Sembelit Atau Konstipasi

Penanganan sembelit tergantung pada penyebabnya. Bila penyebabnya adalah gaya hidup, penanganan terbaik adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Dokter mungkin juga meresepkan obat-obatan berikut untuk meringankan sembelit:

-Agen penggumpal (bulking agents), yang tidak harus berupa obat, untuk melunakkan dan membentuk feses.

-Obat pencahar stimulan yang menyebabkan otot-otot usus berkontraksi.

-Agen osmotik yang meningkatkan jumlah air dalam tinja dengan menarik air dari lapisan usus.

-Obat deterjen yang memecah lapisan permukaan tinja, menyebabkan air menembus dan melunakkannya.

Pencegahan Sembelit Atau Konstipasi

penyakit usus, konstipasi

konstipasi

Untuk mencegah dan mengelola sembelit, lakukan hal-hal berikut:

-Perbanyak makan umbi-umbian, biji-bijian, buah, dan sayuran yang tinggi serat

– Pastikan asupan cairan yang memadai (sekitar 1,5 sampai 2 liter sehari).

-Gerakkan diri Anda secara teratur. Hanya berjalan singkat setiap hari dapat membangun gerakan usus yang teratur. Jika Anda terbatas pada kursi roda atau tempat tidur, seringlah mengubah posisi dan melakukan latihan kontraksi perut dengan mengangkat kaki.

-Pijat perut Anda di pagi hari sebelum bangkit dari tempat tidur. Pijatlah dengan lembut dinding perut Anda di sepanjang perjalanan usus besar selama sekitar sepuluh menit.

-Dengarkan usus Anda dan jangan menahan dorongan BAB hanya karena kesibukan.

-Sisihkan waktu yang cukup untuk ke toilet. Waktu terbaik adalah setelah sarapan. Tunggu setidaknya sepuluh menit untuk melihat apakah Anda merasa ingin BAB atau tidak. Lakukan setiap hari pada waktu yang sama.

-Bila langkah-langkah umum di atas belum memiliki efek yang diinginkan, Anda dapat mengambil suplemen serat diet yang kini banyak ditawarkan di pasar. Mereka tidak memiliki efek segera, namun jika diminum secara teratur dapat menormalkan pergerakan usus. Suplemen itu menyerap air dan membesar di dalam usus sehingga memungkinkan lebih banyak tekanan pada dinding usus, yang merangsang aktivitas usus sehingga partikel makanan kemudian diangkut lebih cepat melalui usus.

-Hindari penggunaan obat pencahar karena usus dapat menjadi kecanduan rangsangan pencahar. Jangan memberikan obat pencahar pada anak-anak tanpa berkonsultasi dengan dokter.

You may also like...

%d bloggers like this: