Penyebab Dan Gejala Legionnaires

Penyebab Dan Gejala Penyakit Legionnairres

 

penyakit paru paru, legionnaires

legionnaires

Penyakit Legionnaire (Legionella pneumonia; Pontiac fever)adalah suatu infeksi saluran pernafasan akut yang disebabkan oleh bakteri Legionella Pneumophilia dan spesies lainnya dari Legionella; yang bisa menyebabkan serangkaian penyakit, mulai dari batuk ringan dan demam sampai pneumonia.

Penyakit ini merupakan 1-8% dari semua kasus pneumonia dan sekitar 4% dari pneumonia berat yang didapat di rumah sakit. Penyakit ini cenderung terjadi pada akhir musim panas dan awal musim gugur.

Penyebab Penyakit Legionnaires

Penyakit Legionnaires adalah suatu peradangan paru-paru yang disebabkan oleh kuman dari rumpun Legionella.

Kebanyakan kejadian Legionnaires yang dilaporkan di NSW disebabkan oleh Legionella pneumophila. Di NSW tiap tahun ada sekitar 70 kejadian Legionnaires yang dilaporkan.

Legionella pneumophila biasanya ditemukan di dalam sumber air, sedangkan kuman lain serumpun yaitu Legionella longbeachae umumnya ditemukan di dalam tanah dan ramuan tanah pot.

Penyakit Legionnaires biasanya menyebabkan demam, gerah dan batuk yang bisa kering atau berdahak. Ada penderita yang mendapat nyeri otot, sakit kepala, capai, kurang nafsu makan dan menceret. Orang bisa menjadi amat sakit karena radang paru-paru – kebanyakan bisa sembuh tapi ada kalanya merenggut nyawa.

Penyakit Legionnaires bisa didapatkan setelah orang menghirup kabut larutan yang berasal dari sumber air dan dicemari Legionella pneumophila umpamanya menara pendinginan AC, spa air pusar, air pancur atau kadang-kadang dari tanah, bahkan ramuan tanah pot yang dicemari kuman Legionella longbaechae. Orang bisa terkena di rumah, tempat kerja maupun tempat umum.
Penyakit Legionnaires paling sering menimpa manusia setengah umur ke atas, terutama yang merokok atau menderita penyakit paru-paru menahun. Demikian pula orang-orang yang sistem ketahanannya tertekan oleh obat atau penyakit seperti kanker, kegagalan ginjal, kencing manis atau AIDS

 
Faktor resiko terjadinya penyakit Legionnaire:

   
-Merokok
   

-Penyakit tertentu (misalnya gagal ginjal, kanker, diabetes atau penyakit paru obstruktif menahun)
   

-Penderita gangguan sistem kekebalan akibat kemoterapi, kortikosteroid atau penyakit (misalnya kanker dan leukemia)
   

-Alkoholik
   

-Usia pertengahan atau usia lanjut

 
Gejala Penyakit legionnaires

Penyakit Legionnaires biasanya menyebabkan demam, gerah dan batuk yang bisa kering atau berdahak. Ada penderita yang mendapat nyeri otot, sakit kepala, capai, kurang nafsu makan dan menceret. Orang bisa menjadi amat sakit karena radang paru-paru – kebanyakan bisa sembuh tapi ada kalanya merenggut nyawa.

Gejalanya berupa:

– Sakit dan kaku otot,

– Nyeri persendian,

– Tidak bertenaga,

– Merasa tidak enak badan,

– Sakit kepala,

– Demam,

– Menggigil,

– Batuk kering,

– Batuk darah,

– Sesak nafas,

penyakit paru paru, legionnaires

pola hidup sehat

– Nyeri dada,

– Diare, dan

– Ataksia (gangguan koordinasi).
Diagnosa Penyakit Legionnaires
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan berikut:

   
-Pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop akan terdengar suara ronki halus
   
-Pemeriksaan dahak dengan pewarnaan DFA (direct fluorescent antibody) menunjukkan adanya Legionella
   
-Biakan bakteri dari saluran pernafasan
   
-Tes urin antigen menunjukkan hasil positif
   
-Rontgen dada menunjukkan adanya pneumonia
   
-Analisa gas darah arteri menunjukkan rendahnya konsentrasi oksigen
   
-Hitung jenis darah menunjukkan adanya peningkatan jumlah sel darah putih
   
-Laju endap darah meningkat
   
-Natrium serum rendah.

 

Pengobatan Legionnaires
Erythromycin merupakan antibiotik terpilih untuk mengobati penyakit Legionnaire. Pada kasus yang tidak terlalu berat, dapat diberikan per-oral (melalui mulut); jika tidak memungkinkan, bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah).

Jika terjadi gangguan pernafasan yang sangat berat, maka sebaiknya penderita dirawat di rumah sakit guna mendapatkan cairan dan elektrolit serta oksigen tambahan (baik melalui sungkup muka maupun melalui ventilator mekanik). Sebagian besar penderita yang diobati dengan erythomycin akan menunjukkan perbaikan, tetapi proses penyembuhannya memerlukan waktu yang lama. Angka kematian adalah sekitar 20%. Angka kematian yang lebih tinggi ditemukan pada mereka yang mendapatkan penyakit ini di rumah sakit atau pada penderita gangguan sistem kekebalan.

yang dicari :

You may also like...

%d bloggers like this: