Penyebab Dan Gejala Penyakit Osgood Schlatter

Penyebab Dan Gejala Penyakit Osgood Schlatter

1Penyakit Osgood-Schlatter adalah suatu peradangan pada tulang dan tulang rawan di puncak tulang kering (tibia).

Penyakit ini ditemukan pada usia 10-15 tahun dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki.
Penyakit ini biasanya hanya menyerang satu tibia.

 

*) Penyebab Penyakit Osgood Schlatter

Penyakit ini kemungkinan timbul akibat adanya trauma mikro (biasanya cedera ringan yang tidak terlalu dihiraukan akibat pemakaian berulang), yang terjadi sebelum tuberkulum tibialis anterior benar-benar matang.

Tuberkulum tibialis anterior adalah persambungan antara tendon tempurung lutut (tendon patella) dengan puncak tibia.

 

*) Gejala Penyakit Osgood Schlatter

Gejalanya berupa:

– nyeri tungkai atau nyeri lutut

– nyeri dirasakan pada salah satu maupun kedua lutut2

– nyeri semakin memburuk jika penderita melakukan aktivitas (terutama berlari,
melompat atau naik tangga)

– nyeri semakin memburuk jika daerah lutut ditekan

– pembengkakan pada tungkai bagian depan, tepat dibawah lutut.

 

*) Pengobatan Penyakit Osgood Schlatter
Pengobatan awal terdiri dari istirahat, kompres dingin dan obat anti peradangan non-steroid.
Pada beberapa kasus, gejalanya akan menghilang setelah penderita beristirahat, mengkonsumsi obat pereda nyeri serta mengurangi kegiatan olah raga.

Jika gejalanya tidak berkurang, dilakukan imobilisasi tungkai yang terkena dengan memasang gips atau brace sampai terjadi pemulihan (selama 6-8 minggu).
Untuk mengurangi beban pada tungkai yang terkena jika penderita berjalan, bisa digunakan tongkat penyangga.

Pada beberapa kasus dilakukan beberapa tindakan berikut:

* Penyuntikan hidrokostison langsung ke dalam daerah yang membengkak
* Pembedahan untuk membuang pecahan-pecahan tulang3
* Pengeboran tulang untuk merangsang penyembuhan
* Pencangkokan tulang.
Kebanyakan penyakit ini akan sembuh secara spontan dalam beberapa minggu atau beberapa bulan.

Membatasi aktivitas penderita bisa mempercepat pemulihan.
Pada beberapa kasus, gejalanya bersifat hilang-timbul, tetapi pada akhirnya pada saat pertumbuhan anak berakhir, penyakit ini akan menghilang.
Untuk membantu mencegah terjadinya penyakit ini, sebaiknya sebelum dan sesudah berolah raga dilakukan peregangan.

You may also like...

%d bloggers like this: