Penyebab Dan Gejala Radang Panggul

Penyebab Dan Gejala Radang Panggul

 

radang panggul

radang panggul

Setiap wanita sesungguhnya memiliki barrier fisiologis yang menyebabkan kuman-kuman mengalami hambatan mekanik, biokemik, dan imunologis, baik itu pada vagina, ostium uteri eksternum, kavum uterus, maupun pada lumen tuba uterina fallopii. Bentuk-bentuk hambatan itu diantaranya adalah: epitel vagina wanita dewasa yang cukup tebal dan terdiri atas glikogen, serta basil Doderlein yang memungkinkan pembuatan asidum laktikum sehingga terdapat reaksi asam dalam vagina, yang selanjutnya memperkuat daya tahan vagina. Walaupun dalam vagina terdapat banyak kuman lain, akan tetapi dalam keadaan normal basil Doderlein lebih dominan. Pada serviks uteri terdapat kelenjar-kelenjar yang mengeluarkan lendir yang alkalis serta mengental di bawah kanalis servikalis dan ini menyulitkan masuknya kuman ke atas. Getaran rambut getar pada mukosa tuba fallopii menyebabkan arah pergerakannya menuju uterus dan hal ini disokong oleh gerakan peristaltik tuba yang merupakan halangan pada infeksi untuk terus meluas ke rongga peritonium. Barrier fisiologis ini akan terganggu pada keadaan-keadaan perdarahan, abortus, dan instrumentasi kanalis servikalis.

Penyakit Radang Panggul atau Pelvic Inflammatory Disesase (selanjutnya dalam tulisan ini akan disingkat menjadi PID) merupakan istilah yang merujuk pada suatu infeksi pada uterus (rahim), tuba fallopii (suatu saluran yang membawa sel telur dari ovarium ke uterus), dan organ reproduksi lainnya. Penyakit ini merupakan komplikasi yang umum terjadi pada penyakit-penyakit menular seksual (Sexually Transmitted Disease/STDs), utamanya yang disebabkan oleh chlamydia dan gonorrhea. PID dapat merusak tuba fallopii dan jaringan yang dekat dengan uterus dan ovarium.

Berdasarkan data epidemiologis yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat (tahun 2008) disebutkan bahwa lebih dari 1 juta wanita pernah mengalami episode PID akut dalam kehidupannya. Dan lebih dari 100.000 wanita menjadi infertil setiap tahunnya karena PID dan proporsi yang semakin besar dari kejadian kehamilan ektopik setiap tahunnya terkait dengan dampak lanjutan dari PID yang tidak tertangani dengan baik.
Penyakit radang panggul (PRP) atau Pelvic inflammatory disease (PID) merupakan infeksi genetalia bagian atas wanita, yang sebagian akibat hubungan seksual, Penyakit radang panggul dapat bersifat akut atau menahun atau akhirnya menimbulkan berbagai penyulit ikutan yang berakhir dengan terjadi perlekatan dan pasangan yang telah kawin akan mengalami kemandulan.

Dalam menghadapi penyakit radang panggul, bidan dapat segera melakukan konsultasi atau merujuk penderita sehingga mendapatkan pengobatan yang lebih sempurna. Tujuan pengobatan sedapat mungkin menyembuhkan penyakit sehingga tidak dijumpai penyulit lanjutan dalam bentuk perlekatan atau penyakit menjadi menahun. Pengobatan diharapkan tidak akan menimbulkan perlekatan, sehingga tidak akan menjadi pasangan mandul. Pengobatan pasangan mandul sangat sulit karena pemeriksaan yang kompleks, tidak dapat ditentukan waktu pengobatan, dan biaya yang diperlukan sulit diperhitungkan.
Faktor Penyebab Radang Panggul
Terjadinya radang panggul dipengaruhi beberapa factor yang memegang peranan, yaitu :

*) Tergangunya barier fisiologik.

Secara fisiologik penyebaran kuman ke atas ke dalam genetalia interna, akan mengalami hambatan :

-Di ostium uteri eksternum.

-Di kornu tuba.

-Pada waktu haid, akibat adanya deskuamasi endometrium maka kuman-kuman pada endometrium turut terbuang.
Pada ostium uteri eksternum, penyebaran asenden kuman-kuman dihambat secara : mekanik, biokemik dan imunologik.
Pada keadaan tertentu barier fisiologik ini dapat terganggu, misalnya pada saat persalinan, abortus, instrumentasi pada kanalis servikalis dan insersi alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR).
*) Adanya organisme yang berperan sebagai vektor.

Trikomonas vaginalis dapat menembus barier fisiologik dan bergerak sampai tuba falopii. Kuman-kuman sebagai penyebab infeksi dapat melekat pada trikomonas vaginalis yang berfungsi sebagai vektor dan terbawa sampai tuba Falopii dan menimbulkan peradangan ditempat tersebut. Sepermatozoa juga terbukti berperan sebagai vector untuk kuman-kuman N.gonore, Ureaplasma ureoltik, C.trakomatis dan banyak kuman-kuman aerobik dan anaerobik lainnya.
*) Aktivitas seksual.

Pada waktu koitus, bila wanita orgasme, maka akan terjadi kontraksi uterus yang dapat menarik spermatozoa dan kuman-kuman memasuki kanilis servikalis.
*) Peristiwa haid.
Radang panggul akibat N. gonore mempunyai hubungan dengan siklus haid. Peristiwa haid yang siklik, berperan penting dalam terjadinya radang panggul gonore.
Periode yang paling rawan terjadinya radang panggul adalah pada minggu pertama setelah haid. Cairan haid dan jaringan nekrotik merupakan media yang sangat baik untuk tumbuhannya kuman-kuman N. gonore. Pada saat itu penderita akan mengalami gejala-gejala salpingitis akut disertai panas badan. Oleh karena itu gejala ini sering juga disebut sebagai “ Febrile Menses ”.

 

Gejala Penyakit Radang Panggul

Tanda dan gejala Penyakit Radang Panggul yang mungkin timbul:

radang panggul

radang panggul

-Banyak cairan yang keluar dari vagina dengan bau yang tidak enak
   
-Demam
   
-Haid yang tidak beraturan
   
-Kelelahan
   
-Menderita Diare
   
-Menderita Dispareunia
   
-Menderita Nyeri Punggung Bawah
   
-Muntah-muntah
   
-Nyeri saat buang air kecil (disuria)
   
-Rasa sakit pada bagian bawah perut
   
-Rasa sakit pada panggul

You may also like...

%d bloggers like this: