Penyebab Dan Gejala Sindrom Alice In Wonderland Atau Mikropsia

Penyebab Dan Gejala Sindrom Alice In Wonderland Atau Mikropsia

1Sindrom Alice in Wonderland atau mikropsia adalah keadaan disorientasi saraf yang memengaruhi persepsi penglihatan pada manusia. Penderita sindrom ini akan merasa melihat rekannya, bagian tubuh dari manusia, hewan, objek tak bergerak menjadi lebih kecil dari kenyataan. Secara umum, objek yang dipersepsi mucnul sangat jauh atau sangat dekat pada waktu bersamaan. Misalnya, seorang penderita melihat kucing peliharaannya menjadi sekecil tikus. Tanda ini disebut juga Penglihatan Lilliput atau Halusinasi Lilliput, yang istilahnya diambil dari orang-orang pendek pada Gulliver’s Travels dan Jonathan Swift. tanda ini hanya berpengaruh pada persepsi saja, tidak pada mekanika mata. Persepsi dipengaruhi oleh interpretasi otak terhadap informasi yang didapat dari mata.

Sindrom ini berhubungan dengan sakit kepala migrain. Sindrom Alice di Wonderland ini dapat merupakan gejala utama dari mononukleosis  atau dapat menyebabkan epilepsi sebagian kompleks. dan akibat obat psikoaktif. Nama sindrom ini diambil dari kisah Alice di Wonderland  karya Lewis Carroll. Dalam kisah itu, Alice mengalami situasi yang mirip mikropsia dan makropsia.
*) Penyebab Sindrom Alice In Wonderland Atau Mikropsia

Sindrom ini disebabkan atau dihubunghubungkan dengan berbagai penyakit yaitu:

* Migrain atau sakit kepala sebelah.

* Temporal Lobe Epilepsy, yaitu penyakit epilepsi yang menyerang otak.

* Virus Epstein-Barr, yaitu virus yang dapat menyebabkan infeksi mononucleosis.

Namun, penyebab pasti sindrom Alice in Wonderland belum diketahui.

 

AIWS atau mikropsia ini merupakan kelainan saraf manusia untuk menerjemahkan apa yang dilihatnya. Penderita akan merasa melihat semua benda menjadi liliput alias kecil dalam pandangannya atau terkadang menjadi besar. Secara umum, objek yang dipersepsi muncul sangat jauh atau sangat dekat pada waktu bersamaan. Contoh penderita melihat harimau ganas yang jelas jelas didepan matanya, karena penyakit tersebut, ia merasa harimau itu sangat kecil mungkin sebesar kucing, lalu karena ia berpikir itu imut, ia lalu mengelus-elusnya.

Penyakit ini memang berbahaya dan termasuk dalam 10 penyakit teraneh didunia.
Tetapi penyakit ini bukanlah kelainan pada mata, sehingga memakai kacamata pun sepertinya tidak membantu.
*) Gejala Sindrom Alice In Wonderland Atau Mikropsia

Sindrom Alice in Wonderland ini dapat merupakan gejala utama dari mononukleosis atau dapat menyebabkan epilepsi sebagian kompleks. Akibat obat psikoaktif.
Nama sindrom ini diambil dari kisah Alice di Wonderland, karya Lewis Carroll. Dalam kisah itu, Alice mengalami situasi yang mirip mikropsia dan makropsia.
Para ahli percaya, sindrom ini tak terlalu banyak dikenal karena banyak pasien yang enggan membicarakan apa yang mereka rasakan. Biasanya hal ini diderita oleh anak-anak. Sayangnya, menurut Dr William, para pasien ini memiliki pemikiran bahwa merekalah yang salah. Mereka berpikir bahwa tubuh merekalah yang berubah. Bahkan, ada yang menyalahartikan kondisinya. Kadang, ada anak yang melihat kapur di depan matanya terlihat sangat jauh dan ia tak bisa menggapainya (teleopsia). Mendengar hal ini, kebanyakan guru atau orangtua kemudian merujuk anaknya ke dokter mata. Padahal, hal ini terjadi karena interpretasi penglihatan pada otak sedang tidak bisa memberikan gambaran yang benar. Bahwa mata si anak sebenarnya tidak ada masalah, melainkan ada pada kondisi otaknya.

2Orang yang menderita sindrom ini akan pada umumnya kebingungan karena merasa sebagian atau seluruhnya mengecil atau membesar. Bagian tubuh yang berubah kebanyakan tangan dan kepala.
Gejala-gejala lainnya yang bisa digolongkan sebagai sindrom AIWS adalah:
– distorsi persepsi waktu: waktu terasa menjadi lebih cepat atau lebih lambat.
– distorsi persepsi visual atau sentuhan: merasa tanah yang diinjak menjadi empuk.

yaitu walaupun mata mereka normal (tidak menderita rabun) tapi mereka melihat benda dengan ukuran dan bentuk yang tidak benar. Mereka melihat mobil, orang lain, pintu dll lebih kecil atau lebih besar dari ukuran normal. Contohnya melihat sebuah lorong menjadi lebih panjang atau melihat ke tanah bawah menjadi lebih dekat.
– distorsi persepsi suara: merasa suara yang didengar menjadi lebih ngebass.

 

%d bloggers like this: