Penyebab Dan Gejala Spondilosis Ankilosis

Penyebab Dan Gejala Spondilosis Ankilosis

Spondilosis Ankilosis adalah merupakan penyakit reumatik inflamasi sistemik kronik yang terutama menyerang sendi aksial ( vertebra ). Yang merupakan tanda khas adalah terserangnya sendi sakro iliaka, juga sering menyerang sendi panggul, bahu dan ekstremitas pada stadium lanjut serta  merupakan penyakit kronis dan biasanya progresif yang paling sering menyerang sendi sakroiliak, apofiseal, dan kostovertebral serta jaringan yang berdekatan. Umumnya penyakit ini berawal disendi sakroiliak dan perlahan-lahan berkembang ke wilayah lumbar, toraks dan servikal di tulang belakang. Deteriorasi tulang dan kartilago bisa menyebabkan pembentukan jaringan fibrosa dan akhirnya fusi antara tulang belakang dan sendi perifera.

 

penyakit tulang, spondilosis ankilosis

spondilosis ankilosis

Penyebab Spondilosis Ankilosis
Penyebab dari spondilitis Ankilosis sampai saat ini masih belum diketahui dengan pasti, kelihatannya ada faktor genetik yang terlibat. Saat ini kira-kira 90% penderita yang terdiagnosa Spondilitis Ankilosis juga memiliki antigen HLA – B 27 positif. Bisa juga sebagai komplikasi TBC melalui penyebaran secara hemotogen.
Penyakit ini bersifat kronis dan progresif yang menyerang pada sendi sakro iliakal dan sendi panggul serta sendi-sendi sinovial pada spiral. Inti kuman biasanya merusak spingiosa korpus vertebra. Bagian-bagian intervertebra menjadi meradang dan akhirnya terjadi fusi atau kekakuan atau persatuan tulang pada sendi sakro iliakal dan spinal-spinal lain melalui servukal. Proses fusi ini terjadi setelah 10 – 20 tahun.
Penyakit ini dapat timbul pada usia 10 – 30 tahun dan biasanya menjadi progresif setelah 50 tahun dan lebih pada laki-laki.

 

Gejala Spondilosis Ankilosis

   
=Nyeri dan kaku pada pinggang
       
Nyeri pinggang (low back pain) merupakan keluhan yang sering pula dijumpai pada masyarakat yang bukan penderita penyakit ini.
       
Oleh karena itu perlu diketahui bahwa nyeri pinggang pada ankylosing spondylitis ditandai oleh :
           
-Dimulai dengan adanya rasa nyaman di pinggang dan penderita sebelum berumur 40 tahun;
           
-Permulaannya insidious (perlahan-lahan).
           
-Nyeri menetap paling sedikit selama 3 bulan;
           
-Berhubungan dengan kaku pada pinggang waktu pagi hari;
           
-Nyeri berkurang/membaik dengan olah raga.
       
Rasa sakit mula-mula dirasakan pada daerah gluteus bagian dalam, sulit untuk menentukan titik asal sakitnya dengan permulaan yang insidious. Kadang-kadang pada stadium awal nyeri dirasakan hebat di sendi sacroiliacs, dapat menjalar sampai kista, iliaca atau daerah trochanter mayor, atau ke paha bagian belakang.
       
Nyeri menjalar ini sangat menyerupai nyeri akibat kompresei nervus ischiadicus. Rasa sakit bertambah pada waktu batuk, bersin atau melakukan gerakan memutar punggung secara tiba-tiba. Pada awalnya rasa sakit tidak menetap dan hanya menyerang satu sisi (unilateral); sesudah beberapa bulan nyeri biasanya akan menetap dan menyerang secara bilateral disertai rasa kaku dan sakit pada bagian di bawah lumbal.
       
Rasa sakit dan kaku ini dirasakan lebih berat pada pagi hari yang kadang-kadang sampai membangunkan penderita dari tidurnya. Sakit/ kaku pagi hari ini biasanya menghilang sesudah 3 jam. Di samping itu kaku/sakit pagi hari ini akan berkurang sampai hilang dengan kompres panas, olah raga atau aktivitas jasmani lain.
       
Pada penyakit yang ringan biasanya gejala timbul hanya di pinggang saja dan apabila penyakitnya bertambah berat, maka gejala berawal dari daerah lumbal, kemudian thorakal akan akhirnya sampai pada daerah servikal : untuk mencapai daerah servikal penyakit ini memerlukan waktu selama 12-25 tahun.
       
Penyakit ini kadang-kadang dirasakan sembuh sementara atau untuk selamanya, akan tetapi kadang-kadang akan berjalan terus dan mengakibatkan terserangnya seluruh vertebrae.
       
Selama perjalanan penyakitnya dapat terjadi nyeri radikuler karena terserangnya vertebra thorakal atau servikal dan apabila telah terjadi ankylose sempurna, keluhan nyeri akan menghilang.
   

=Nyeri dada
       
Dengan terserangnya vertebra thorakalis termasuk sendi kostovertebra dan adanya enthesopati pada daerah persendian kostosternal dan manubrium sternum, penderita akan merasakan nyeri dada yang bertambah pada waktu batuk atau bersin. Keadaan ini sangat menyerupai pleuritic pain.
       
Nyeri dada karena terserangnya persendian costovertebra dan costotranversum sering kali disertai dengan nyeri tekan daerah costosternal junction. Pengurangan ekspansi dada dari yang ringan sampai sedang sering kali dijumpai pada stadium awal.
       
Keluhan nyeri dada sering ditemukan pada penderita dengan HLA-B27 positif walaupun secara radiologis tidak tampak adanya kelainan sendi sacroiliaca (sacroiliitis).
   

=Nyeri tekan

penyakit tulang, spondilosis ankilosis

spondilosis ankilosis


       
Nyeri tekan ekstra-artikuler dapat dijumpai di daerah-daerah tertentu pada beberapa penderita. Keadaan ini disebabkan oleh enthesitis, yaitu reaksi inflamasi yang terjadi pada inserasi tendon tulang.
       
Nyeri tekan dapat dijumpai pada daerah-daerah sambungan costosternal, prosesus spinosus, krista iliaca, trochanter mayor, ischial tuberosities atau tumtit (achiles tendinitis atau plantar fasciitis). Pada pemeriksaan radiologis kadang-kadang dapat ditemukan osteofit.
   

=Persendian
       
Sendi panggul dan bahu merupakan persendian ekstraaxial yang paling sering terserang (35%). Kelainan ini merupakan manifestasi yang sering dijumpai pada juvenile ankylosing spondylitis.
       
       
Pada ankylosing spondylitis yang menyerang anak-anak antara umur 8-10 tahun, keluhan pada sendi panggul sering dijumpai, terutama pada penderita dengan HLA-B27 positif atau titer ANA negatif. Sendi lutut juga sering terserang, dengan manifestasi efusi yang intermitten. Di samping itu sendi temporomandibularis juga dapat terserang (10%).

yang dicari :

%d bloggers like this: