Penyebab Dan Gejala Tumor Jinak Hemangioma Kavernosa

Penyebab Dan Gejala Tumor Jinak Hemangioma Kavernosa

 

Hemangioma kavernosa merupakan tumor jinak vaskuler yang terutama terdiri dari pembuluh darah vena yang melebar pada dermis dalam dan jaringan subkutan.
Faktor Penyebab Tumor Jinak Hemangioma Kavernosa

Sama seperti hemangioma strawberi, hemangioma kavernosa pun belum diktahui penyebab pastinya, berikut factor yang mendominasi hemangioma kavernosa:
– Mengenai l-2% bayi, wanita lebih banyak daripada pria.

-Seperti pada hemangioma strawberi.

 

Gejala Tumor Jinak Hemangioma Kavernosa
-Sebagian besar lesi tidak timbul saat lahir, namun cenderung timbul beberapa saat kemudian. Lesi dapat berupa plak, nodul, atau tumor, dengan tepi berbatas tidak jelas, ukurannya bervariasi
-Pada palpasi akan mengempis bila ditekan dan mengembung kembali bila tekanan dilepas
-Warna dan konfigurasi lesi tergantung pada letak kedalamannya
-Lesi yang superfisial berwarna merah sampai merah tua dengan permukaan ireguler. Sedangkan lesi yang lebih dalam berwarna kebiruan dengan permukaan lebih halus.
-Tampak lumen pembuluh darah yang lebar dan berdinding tipis, bentuknya ireguler, dan terletak pada dermis bagian bawah dan subkutis, dibatasi oleh selapis endotel, serta dikelilingi oleh jaringan fibrosa yang tebal.

 

Pengobatan Tumor Jinak Hemangioma Kavernosa
Tidak ada yang memuaskan, tapi walaupun demikian perlu di lakukan usaha yang aktif untuk hemangioma kevernosa karena kemungkinan untuk regresi adalah kecil.

Kortikosteroid parenteral merupakan pengobatan pilihan selama periode pertumbuhan yang cepat. Tehnik embolisasi dan kompresi dapat mempercepat resolusi.

Eksisi bedah terutama untuk lesi di daerah periorbital dan ekstremitas. Pada keadaan tertentu hemangioma sering timbul bersama-sama dengan kelainan lain sehingga membentuk suatu sindroma, antara lain :
Sindrom Kasabach-Merritt

Merupakan varian dari koagulopati intravaskuler diseminata oleh sekuesterasi Platelet pada hemangioma kavernosa yang besar. Biasanya mengenai bayi berusia 3 bulan atau kurang.Angka mortalitas sekitar 30% yang biasanya terjadi karena perdarahan, sepsis, atau obstruksi jalan napas, dan kebanyakan serangan ini dijumpai pada tahun pertama.
Sindroma Sturge-Weber (ensefalofasial atau ensefalo-trigeminal angiomatosis)

Merupakan sindroma yang ditandai oleh nevus flameus pada wajah unilateral. Di daerah trigeminal yang tampak waktu lahir, yang disertai malformasi vaskuler leptomenigeal kortikal pada sisi yang sama, sehingga menimbulkan manifestasi neurologis seperti kejang, hemiparese, hemiplegia, retardase mental, serta pada pemeriksaan foto kepala tampak adanya kalsifikasi melingkar intrakranial, juga disertai kelainan mata pada sisi yang sama berupa angiomatosis khoroid mata, bufalmus, dan glaukoma.
Sindroma Klippel-Trenaunay-Weber (nevus vaskulosus hypertrophicus)

Merupakan malformasi vaskuler berupa nevus flameus luas, biasanya pada satu ekstremitas, varises pada sisi yang sama, dan adanya hipertrofi pada tulang dan jaringan lunak dari ekstremitas yang sama.
Sindroma Blue Rubber Bleb Nevus

Merupakan varian dari hemangioma kavernosa yang diturunkan secara autosomal dominan, terdiri dari hemangioma kutaneus multipel yang tersebar pada badan dan ekstremitas, disertai hemangioma tipe yang sama pada traktus gastrointestinal.

4
Sindroma Mafftci (diskondrodisplasia dengan hemrngioma)

Merupakan suatu kelainan yang jarang dijumpai, ditandai oleh hemartoma vaskuler (hemangioma, flebektasia, dan limfangioma) dan diskondroplasia. Diskondroplasia sering mengenai bagian distal ekstremitas,tulang lga, skapula, dan vertebra, sehingga tulang-tulang tersebut mengalami deformitas, memendek, dan sering terjadi fraktur patologis.
Sindroma Von Hippel-Lindau

Merupakan angiomata pada retina dan serebelum yang disertai hemangioma,
kista, dan tumor pada organ lainnya.

%d bloggers like this: