Penyebab Dan Gejala Tumor Jinak Trikoepitelioma

Penyebab Dan Gejala Tumor Jinak Trikoepitelioma

trikoepitelioma

trikoepitelioma

Trikoepitelioma adalah suatu tumor folikuler jinak apparatus pilosebaseus
dapat berbentuk soliter maupun multipel. Tumor ini pertama kali dikemukakan
oleh Brooke pada tahun 1892 dengan nama Epithelioma adenoids cysticum.
Trikoepitelioma multipel biasanya diturunkan secara autosomal dominan.
Sedangkan bentuk soliter biasanya non herediter. Lesi-lesi ini mulai muncul
semasa anak-anak dan akan menetap dan bertambah banyak setelah dewasa.
Umumnya dijumpai lebih banyak dari pada wanita dibandingkan pria.
-Tempat

predileksi tersering adalah wajah terutama pada lipatan nasolabia, kelopak mata
dan bibir atas. Selain itu dapat juga mengenai kulit kepala leher dan badan bagian
atas. Tumor ini berukura antara 2 mm-3 cm, bentuk lesi dapat berupa papula,

nodul yang multipet permukaan halus, mengkilat warnanya seperti kulit normal
dengan konsistensi padat. Distribusinya simetris dan untuk lesi yang lebih besar
dapat berwarna kekuning-kuningan atau pink. Sedangkan bila lesi soliter secara
klinik mirip karsinoma sel basal non ulserasi, atau perlu dicurigai sebagai
karsinoma sel basal bila lesinya berulserasi atau tumbuh terus

 
 
Sinonim dari Trikoepitelioma adalah epitelioma adenoids sistikum,
trikoepitelioma papulatum multiplek, epitelioma sistikum begina multipet,
adenoma sebacea of Balzer.

 
Tumor ini diduga berasal dari sel basal pluriputensial
yang berdiferensiasi ke arah struktur rambut sehingga diberi nama
Trikoepitslioma. Penyakit ini diturunkan secara dominan autosom sekitar 50-66 %
dari kasus ditemukan riwayat keluarga dengan penyakit seperti ini.

 
Biasanya

timbul pada masa kanak atau pubertas, meningkat sesuai umur, dan lebih sering
terdapat pada wanita. Sebagai diagnosis banding trikoepitelioma adalah adenoma
sebaseus, silindroma dan siringoma beberapa diantaranya mirip milia. Tumor ini
meskipun asimtomatik, namun secara kosmetik sangatlah mengganggu
penampilan penderita.

 
Pada pemeriksaan histopatologi, terdapat pulau-pulau epitel solid dengan
palisade di perifer dan stroma finrosa matur yang terbatas tegas, kista-kista keratin
serta pulau-pulau basaloid yang bagian tengahnya mengalami keratinisasi yang
kasar kista keratin dikelilingi sarang epitel padat dan teruntai seperti renda.
Strukfur epitel merupakan folikel-folikel rambut yang abortif.

yang dicari :

%d bloggers like this: