Penyebab Demensia

Penyebab Demensia

2Disebutkan dalam sebuah literatur bahwa penyakit yang dapat menyebabkan timbulnya gejala demensia ada sejumlah tujuh puluh lima. Beberapa penyakit dapat disembuhkan sementara sebagian besar tidak dapat disembuhkan. Sebagian besar peneliti dalam risetnya sepakat bahwa penyebab utama dari gejala demensia adalah penyakit Alzheimer, penyakit vascular (pembuluh darah), demensia Lewy body, demensia frontotemporal dan sepuluh persen diantaranya disebabkan oleh penyakit lain.
Lima puluh sampai enam puluh persen penyebab demensia adalah penyakit Alzheimer. Alzhaimer adalah kondisi dimana sel syaraf pada otak mati sehingga membuat signal dari otak tidak dapat di transmisikan sebagaimana mestinya. Penderita Alzheimer mengalami gangguan memori, kemampuan membuat keputusan dan juga penurunan proses berpikir.
Kemungkinan penyebab demensia
*) Demensia Degeneratif
     
– Penyakit Alzheimer3

– Demensia frontotemporal (misalnya; Penyakit Pick)

– Penyakit Parkinson

– Demensia Jisim Lewy

– Ferokalsinosis serebral idiopatik (penyakit Fahr)

– Kelumphan supranuklear yang progresif
*) Lain-lain

– Penyakit Huntington

– Penyakit Wilson

– Leukodistrofi metakromatik
*) Trauma

– Dementia pugilistica,posttraumatic dementia

-Subdural hematoma
*) Infeksi
 
– Penyakit Prion (misalnya penyakit Creutzfeldt-Jakob, bovine spongiform encephalitis,(Sindrom   Gerstmann Straussler)

– Acquired immune deficiency syndrome (AIDS)3

– Sifilis
*) Kelainan jantung, vaskuler

– Neuroakantosistosis
*) Kelainan Psikiatrik

– Pseudodemensia pada depresi

– Penurunan fungsi kognitif pada skizofrenia lanjut
*) Fisiologis

– Hidrosefalus tekanan normal
*) Kelainan Metabolik

– Defisiensi vitamin (misalnya vitamin B12, folat)

– Endokrinopati (e.g.,hipotiroidisme)

– Gangguan metabolisme kronik (contoh : uremia)
*) Tumor

– Tumor primer maupun metastase (misalnya meningioma atau tumor metastasis dari tumor  payudara atau tumor paru)
*) Anoksia

– Infark serebri (infark tunggak mauapun mulitpel atau infark lakunar)

– Penyakit Binswanger (subcortical arteriosclerotic encephalopathy)

– Insufisiensi hemodinamik (hipoperfusi atau hipoksia)
*) Penyakit demielinisasi
– Sklerosis multipel
*) Obat-obatan dan toksin

– Alkohol1

– Logam berat

– Radiasi

– Pseudodemensia akibat

– Pengobatan (misalnya penggunaan antikolinergik)

– Karbon monoksida.
 

You may also like...

%d bloggers like this: