Penyebab Kanker Payudara dan Cara Mencegahnya

Penyebab Kanker Payudara dan Cara Mencegahnya

 

Kanker payudara menjadi penyakit yang cukup mengerikan apabila ini terjadi pada anda (wanita). Faktanya penyakit telah banyak mengerang sebagian besar wanita di Indonesia. Hal ini tentu menjadikan penyakit ganas sebagai mimpu buruk bagi kaum hawa. Dampak yang ditimbulkan akan cukup merugikan. Selain materi, moral dan ketidakbebasan dalam berkegiatan juga akan dialami penderita. Belum lagi efek negatif bagi kelangsungan hidup generasi berikutnya.

Tentu tidak ada yang ingin mengalami penyakit ini, oleh karena itu diperlukan adanya pengetahuan mengenai penyakit kanker payudara, selain bisa menambah wawasan anda, kewaspadaan akan penyakit ini pun ikut bertmbah.  Berminat? : CARA MUDAH MEMASTIKAN SENDIRI KANKER PAYUDARA Seperti dengan mengetahui gejala kanker payudara anda tidak akan mengelami keterlambatan penanganan karena sudah tahu sebelumnya dan dengan mengetahui apa saja faktor penyebab kanker payudara anda bisa lebih berhati-hati dalam berkegiatan. Dan berikut ini ada beberapa penyebab kanker payudara yang berhasil di rangkum :

  1. Pola hidup tidak sehat, pola hidup tidak sehat mencakup beberapa seperti tidak menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan. Bakteri, virus dan radikal bebas bisa masuk ke dalam tubuh dan bisamerusak organ dalam salah satu nya bisa merusak sistem jaringan saraf.
  2. Pola makan tidak diatur, makanan yang menggunakan bahan pengawet kimia atau pewarna juga akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.
  3. Mengonsumsi alkohol yang berlebih ini tentu akan merusak sistem kekebalan tubuh secara perlahan. Dampak negatif alkohol bagi payudara bisa mencapai 20%.
  4. Karena turunan dari orang tua. Sel kanker yang ada didalam tubuh seorang ibu yang menyusui secara otomatis akan menular pada bayinya. Hal ini masih bisa diatasi apabila penanganan dilakukan secara cepat dan tepat.
  5. Sering terkena radiasi alat elektronik dan radiasi lainya. Radiasi akan memicu pertumbuhan sel kanker didalamnya.
  6. Menggunakan alat pembesar payudara implan. Implan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup sel payudara dan bisa memicu pertumbuhan sel abnormal (sel kanker).
  7. Riwayat penyakit payudara lainya seperti benjolan yang dibiarkan begitu saja, ini bisa menimbulkan efek negatif bagi payudara.
  8. Wanita yang sudah mengalami masa manupauses, ketidakstabilan hormon dalam tubuh bisa menyebabkan gejala awal yang cukup buruk bagi kesehatan payudara.

Bisa dijadikan cara untuk anda sebagai upaya menjauhkan diri dari kanker payudara. Berhenti melakukan hal-hal seperti yang disebutkan diatas atau mengurangi porsi pemakaiannya. Ditambah dengan kegiatan yang bisa membuat tubuh anda lebih sehat dan kuat. Sehingga rentan terserang penyakit. Seperti rutin melakukan kegiatan fisik (olahraga), mengganti pola hidup anda ke pola hidup yang lebih sehat, stop merokok, stop narkoba, stop minuman keras dan mengatur asupan gizi untuk tubuh. Tubuh yang sehat akan membuat sel kekebalan tubuh pun meningkat. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa dijadikan referensi anda.

Sebagai Langkah Awal, Kenali Risiko Kanker Payudara

Perlu diketahui bahwa ada risiko-risiko terkait kanker payudara yang tidak dapat dihindari, misalnya faktor genetik, terlahir sebagai wanita, dan sudah berusia tertentu. Meski begitu, masih ada risiko-risiko lain yang bisa Anda pelajari. Mari kita bahas satu-persatu.

  • Faktor genetik

Tidak dapat dimungkiri, faktor genetik sangat berpengaruh terhadap kemungkinan terjadinya kanker payudara. Faktor ini memberi andil dalam penyakit tersebut sebanyak 5-10 persen. Meskipun demikian, kebanyakan kasus wanita yang terkena kanker payudara sama sekali tidak memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami penyakit serupa. Hal ini berarti masih ada harapan tinggi untuk berhasil melakukan cara mencegah kanker payudara melalui gaya hidup yang sehat.

  • Faktor usia

Pada kasus kanker payudara, makin tua usia wanita dianggap makin berisiko terkena penyakit ini. Wanita yang mengalami menstruasi pertama kali pada usia di bawah 12 tahun dan wanita yang mengalami menopause setelah usia 51 tahun juga berisiko terkena kanker payudara.

  • Faktor kehamilan

Wanita dan urusan kehamilan ternyata ada hubungannya dengan kanker payudara. Mereka yang risikonya meningkat terhadap kemungkinan terkena kanker payudara adalah wanita dewasa yang belum pernah hamil, hamil untuk pertama kalinya pada usia di atas 30 tahun, dan melahirkan di atas usia 35 tahun.

  • Faktor lain

Selain faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, ada faktor lain yang menjadikan risiko kanker payudara meningkat. Faktor tersebut adalah sudah pernah mengalami kanker payudara sebelumnya, pernah mengalami kanker ovarium, memiliki jaringan payudara yang padat, serta pernah terkena paparan radiasi di daerah dada pada usia kanak-kanak dan remaja.

Sudah Tahu Risikonya, Kini Fokus kepada Upaya Pencegahan

Setelah mengetahui risikonya, cara mencegah kanker payudara dapat dilakukan dengan mengurangi risiko-risiko tersebut dengan hal-hal ini.

  • Menjaga berat badan tetap ideal

Berat badan erat kaitannya dengan risiko kanker payudara. Wanita yang mengalami pertambahan berat badan atau obesitas setelah masa menopause, memiliki risiko terkena kanker payudara sebesar 30-60 persen. Sementara, wanita yang mengalami pertambahan berat badan atau obesitas sebelum masa menopause, risiko terkena kanker payudara20-40 persen lebih tinggi dibanding dengan yang mempunyai berat badan normal. Perubahan berat badan dan waktu terjadinya kenaikan berat badan ini diduga berkaitan dengan keadaan hormon di dalam tubuh. Melihat risiko ini, menjaga berat badan tetap ideal adalah salah satu cara qmencegah kanker payudara yang dapat Anda lakukan.

  • Utamakan makanan sehat

Meskipun mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran segar belum memberikan perlindungan yang efektif terhadap kanker payudara, setidaknya hal tersebut dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Wanita yang sudah terkena kanker payudara pun hidupnya dapat lebih berkualitas jika menghindari makanan berlemak. Daging berlemak, sosis, krim, margarin, mentega, dan minyak adalah sumber-sumber makanan untuk dihindari sebagai usaha pencegahan yang disarankan.

  • Luangkan waktu untuk berolahraga

Wanita yang aktif secara fisik dapat menurunkan risiko kanker payudara. Sebaliknya, risiko meningkat pada wanita yang sudah bertahun-tahun tidak pernah mengolah fisiknya lagi. Standar untuk melakukan olahraga aerobik intensitas sedang (seperti bersepeda dan jalan cepat) adalah selama 2 jam 30 menit per minggu.

  • Hentikan kebiasaan merokok apa pun alasannya

Anda yang pernah menjadi perokok saja masih memiliki risiko terkena kanker payudara sebesar 13 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak pernah merokok sama sekali. Kondisi yang lebih buruk bisa Anda alami jika masih aktif merokok, yaitu 24 persen berisiko lebih tinggi.  Wanita yang sejak usia dini sudah merokok, risikonya menjadi lebih tinggi lagi, yaitu ditambah 12 persen. Satu lagi, wanita yang merokok sebelum kehamilan pertama, risiko akan bertambah sebesar 21 persen. Melihat risiko-risiko ini, berhenti merokok sekarang juga adalah pilihan yang paling tepat.

  • Membatasi minuman beralkohol

Mengonsumsi minuman beralkohol satu gelas tiap hari dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara sebesar 10-12 persen dibandingkan dengan seseorang yang tidak mengonsumsi minuman beralkohol. Potensi terkena kanker payudara lebih tinggi jika biasa minum lebih dari segelas per hari. Hal ini dapat terjadi karena ada kaitan antara tingkat alkohol dengan perubahan jumlah hormon di dalam darah. Dalam hal ini sebagai cara mencegah kanker payudara adalah mengurangi asupan alkohol, bahkan disarankan untuk menghentikan sama sekali.

  • Menyusui bayi secara teratur

Meskipun tingkat penurunan risikonya kecil, menyusui bayi dapat membantu mencegah kanker payudara. Tiap 12 bulan menyusui, risiko terkena kanker payudara dapat berkurang sebesar 4,3 persen.

  • Membatasi terapi hormon

Terapi hormon biasa dilakukan oleh wanita terkait dengan masa menopause. Terapi yang umumnya menggunakan hormon estrogen dan progesteron ini biasanya bersifat jangka waktu panjang, yaitu sekitar 10 tahun. Karena itulah, terapi ini berisiko meningkatkan kanker payudara. Namun ketika pemakaian dihentikan, dalam waktu sekitar lima tahun, risiko tersebut dapat kembali berkurang. Apabila Anda benar-benar membutuhkan terapi hormon, konsultasikan kepada dokter agar kadar hormon tersebut dapat dikurangi.

  • Hindari terkena paparan radiasi

Ada beberapa hal yang mungkin membuat Anda terpapar radiasi tingkat tinggi, misalnya penggunaan peralatan kesehatan CT scan, bekerja di tempat pengobatan yang menggunakan radiasi, dan terpapar asap kendaraan, serta bahan-bahan kimia. Lindungi diri Anda dari paparan tersebut dan semaksimal mungkin dihindari.

  • Mengenali Perubahan-Perubahan yang Ada

Kesadaran untuk menemukan cara mencegah kanker payudara juga dapat dilakukan sendiri dengan mengenali jika ada perubahan pada diri. Hal paling umum untuk mengenali kelainan pada payudara adalah dengan melakukan metode SADARI, yaitu dengan menggunakan tangan. Jangan malas melakukannya sebab sangat penting untuk membantu menjaga kesehatan payudara dari kanker.

Jika Anda sudah melakukan semua hal di atas dan masih ingin mendapatkan cara mencegah kanker payudara, kunjungi dokter Anda. Minta dokter untuk melakukan mammogram agar Anda mendapat informasi yang lebih akurat. Tujuan lainnya adalah apabila ada tanda-tanda kanker payudara, dapat segera tertangani.

 

Penyebab Kanker Payudara dan Cara Mencegahnya

You may also like...

%d bloggers like this: