Penyebab Keterlambatan Bicara Atau Afasia

Penyebab Keterlambatan Bicara Atau Afasia

3Afasia (aphasia) terjadi ketika seseorang tidak dapat berbicara dengan baik dan semestinya yang dipicu oleh kerusakan otak.

Kondisi ini rentan membuat penderitanya mengalami depresi dan terisolasi karena tidak bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan.

Istilah afasia berasal dari kata Yunani yang berarti ‘aphatos’ atau ‘tidak bisa berkata-kata’.

Afasia merupakan gangguan bahasa atau komunikasi akibat terjadinya gangguan atau kerusakan otak.

Bagian otak yang bertanggung jawab untuk bahasa berada di sisi kiri. Kerusakan mungkin terjadi karena beberapa sebab berikut:

Sekitar 4 persen anak dan 1 persen orang dewasa memiliki kelaianan bicara yang parah. Kelainan bicara pada usia remaja dapat merongrong kepercayaan diri anak. Anak dapat mogok bicara jika terus mendapat ejekan kala gagap-gugup menyerang. Semakin tidak nyaman semakin parah kondisinya. Walau demikian, kelemahan bicara tidak berhubungan langsung dengan keberhasilan hidup. Banyak pemimpin, pengusaha, kalangan professional yang memiliki gangguan bicara. Mereka tetap dapat berkomunikasi dan hidup normal.

Penyebab paling umum afasia adalah kerusakan otak akibat stroke, penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Gangguan pasokan darah menyebabkan kematian sel otak atau kerusakan di daerah otak yang mengendalikan bahasa. Kerusakan otak yang disebabkan oleh cedera kepala yang parah, tumor, infeksi atau proses degeneratif juga dapat menyebabkan afasia. Dalam kasus ini, afasia biasanya terjadi dengan jenis lain dari masalah kognitif, seperti masalah memori atau kebingungan.

Afasia progresif yang utama adalah istilah yang digunakan untuk kesulitan bahasa yang berkembang secara bertahap. Ini adalah akibat degenerasi bertahap dari sel-sel otak yang terletak di jaringan bahasa. Kadang-kadang jenis afasia akan kemajuan dengan demensia yang lebih umum.

Kadang-kadang sementara episode afasia dapat terjadi. Ini dapat karena migrain, kejang atau transient ischemic attack (TIA). TIA terjadi ketika aliran darah diblokir sementara ke suatu daerah otak. Orang yang telah memiliki TIA memiliki peningkatan risiko mengalami stroke di masa depan.

 

*) Stroke3

Stroke menyebabkan darah tidak mampu mencapai bagian tertentu otak yang antara lain dipicu oleh kematian sel otak karena tidak mendapatkan cukup oksigen.

 

*) Benturan pada kepala

Benturan keras ke kepala juga dapat merusak otak. Misalnya saat terjadi kecelakaan sering membuat orang susah mengingat informasi baru terutama pada masa-masa penyembuhan. Meski begitu, kecelakaan yang melibatkan benturan di kepala justru jarang memicu amnesia berat.

 

*) Infeksi dan tumor

Pertumbuhan jaringan tubuh di otak bisa memicu amnesia jika benjolan tumor tersebut menekan pusat memori. Infeksi dan tumor pada otak bisa menyebabkan afasia.

Kerusakan ini dapat mempengaruhi pemahaman bahasa serta kemampuan membaca dan menulis.

%d bloggers like this: