Penyebab Penyakit Osteomalasia

Penyebab Penyakit Osteomalasia

1Osteomalacia adalah penyakit metabolisme tulang yang ditandai dengan tidak memadainya mineralisasi tulang. (Kondisi yang serupa pada anak-anak dinamakan rickets / rachitis). Pada orang dewasa kondisi ini adalah kronis dan deformitas skeletal tidak separah yang terjadi pada anak-anak karena pertumbuhan skeletal telah terhenti. Pada pasien ini, sejumlah osteoid atau remodelling tulang baru tidak mengalami klasifikasi. Diduga bahwa defek primernya adalah defisiensi dalam mengaktivasi vitamin D aktif (kalsitrol), yang memacu absorpsi kalsium dari traktus gastrointestinalis dan memfasilitasi mineralisasi tulang. Pasokan kalsium dan fosfat dalam cairan ekstra sel rendah. Tanpa vitamin D yang mencukupi, kalsium dan fosfat tidak dapat dimasukkan ke tempat klasifikasi tulang. Sebagai akibatnya terjadi perlunakan dan perlemahan kerangka tubuh, menyebabkan nyeri, nyeri tekan, pelengkungan tulang, dan patah tulang patologik.

Kasus ini berupa gangguan mineralisasi tulang. Timbul akibat defisiensi 1,25-dihidroksikalsiferol (1,25[0H]2D3), yaitu bentuk vitamin D yang paling aktif sebagai hasil metabolisme ginjal. Kekurangan bentuk vitamin D yang paling aktif ini menyebabkan absorpsi kalsium di usus terganggu hebat. Dalam tulang, osteoblas terus membentuk jaringan osteoid yang tidak mengapur, karena kadar kalsium serum yang rendah dan kerja vitamin D yang tidak aktif pada tulang tak memungkinkan terjadi mineralisasi. Umumnya osteoid akan mengalami perkapuran dalam 6-10 hari, namun pada osteomalacia memanjang sampai berbulan-bulan. Jaringan osteoid akhirnya menggantikan tulang normal, sehingga terjadi osteomalacia pada orang dewasa dan rachitis pada anak-anak. Osteoid secara structural lunak, lemah dan mudah patah atau mengalami perubahan bentuk apabila mendapat tekanan.
3Osteomalacia dapat terjadi sebagai akibat kegagalan absorpsi kalsium atau kehilangan kalsium berlebihan dari tubuh. Kelainan gastrointestinal dimana absorpsi lemak tidak memadai sering menimbulkan osteomalacia melalui kehilangan vitamin D (bersama dengan vitamin yang larut lemak lainnya) dan kalsium, kalsium diekskresikan melalui feses dalam kombinasi dengan asam lemak. Kelainan ini meliputi penyakit seliak, obstruksi traktus biliaris kronik, dan reseksi usus halus.
Gagal ginjal berat mengakibatkan asidosis. Kalsium yang tersedia dipergunakan untuk menetralkan asidosis, dan hormone paratiroid terus menyebabkan pelepasan kalsium dari kalsium skelet sebagai usaha untuk mengembalikan pH fisiologis. Selama pelepasan kalsium skelet terus-menerus ini, terjadi fibrosis tulang dan kista tulang. Glomerulonfritis kronis, uropati obstruksi, dan keracunan logam berat mengakibatkan berkurangnya kadar fosfat serum dan demineralisasi tulang.
Selain itu penyakit hati dan ginjal dapat mengakibatkan kekurangan vitamin D, karena keduanya merupakan organ yang melakukan konversi vitamin D ke bentuk aktif, akhirnya, hiperparatiroidisme mengakibatkan dekalsifikasi skelet, dan artinya osteomalasia, dengan peningkatan ekskresi fosfat dalam urine.

Umumnya penyebab utama adalah tidak cukupnya mineralisasi tulang terutama kekurangan vitamin D. Ada berbagai kasus osteomalacia yang terjadi akibat gangguan umum metabolisme mineral, antara lain :
*) Adanya malnutrisi

6Kekurangan vitamin D yang berhubungan dengan asupan kalsium yang jelek, terutama akibat kemiskinan, makanan kurang matang dan kurangnya   pengetahuan mengenai nutrisi juga merupakan salah satu faktor. Paling sering terjadi dimana vitamin D tidak ditambahkan dalam makanan juga kekurangan dalam diet dan jauh dari sinar matahari.
*) Faktor resiko berkaitan dengan penyakit patologis

Penyakit-penyakit patologik yang dapat memicu terjadinya osteomalacia meliputi gagal ginjal kronik, penyakit hati, terapi antikonvulsan berkepanjangan (fenitoin fenobarbital), dan gastrektomi. Osteomalacia dalam hal ini terjadi sebagai akibat kegagalan absorpsi kalsium ataupun kehilangan kalsium yang berlebihan dari tubuh.
*) Risiko terjangkit Osteomalasia meningkat bila Anda:

   
-Harus tinggal di rumah atau dirawat di rumah sakit
   
-Hindari minum susu
   
-Kurang paparan sinar matahari yang cukup
   
-Memiliki diet yang rendah Vitamin D5
   
-Sedang menderita Gagal Ginjal
   
-Telah didiagnosa mengidap Kanker
   
-Telah didiagnosa mengidap Penyakit Celiac
   
-Telah didiagnosa mengidap Penyakit Crohn
   
-Telah didiagnosa mengidap Penyakit Hati

You may also like...

%d bloggers like this: