Pertumbuhan Neuroma Akustik

Pertumbuhan Neuroma Akustik

7Neuroma akustik berasal dari sel schwan yang berada di dalam serabut saraf vestibularis dan pertumbuhannya lambat sehingga banyak penderita hanya sedikit sekali yang mengalami gangguan keseimbangan atau vertigo.

Setelah  tumor tumbuh cukup besar untuk mengisi kanalis auditorius interna, maka tumor akan tumbuh terus biasanya menuju kearah medial yakni rongga cerebellopatine angine dan bentuk tumor saat ini mencapai rongga ini adalah speris.

Neuroma akustik (acoustic neuroma) adalah tumor non-kanker (jinak) yang berkembang pada saraf utama yang menghubungkan telinga bagian dalam dengan otak.

Karena saraf tersebut secara langsung mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran, tekanan akibat neuroma akustik menyebabkan gangguan pendengaran, dering di telinga, dan gangguan keseimbangan.

Juga dikenal sebagai vestibular schwannoma, neuroma akustik dikenal menyebabkan gangguan pendengaran.

Neuroma akustik biasanya tumbuh lambat atau tidak tumbuh sama sekali, tetapi dalam beberapa kasus mungkin tumbuh pesat sehingga menekan otak dan mengganggu berbagai fungsi vital.

Sebagian besar neuroma akustik berkembang dari sel schwan yang berada pada nervus vestibularis hanya 5% yang timbul dari sel schwan yang berasal dari nervus cochlearis.
Neuroma akustik sebagian besar tumbuh lambat dan hanya sebagian kecil tumbuh cepat yakni mencapai 2X volume asal dalam waktu 6 bulan berdasarkan pemeriksaan CT Scan dan MRI kecepatan pertumbuhan akustikus dibagi menjadi 3 yakni :

* Pertumbuhan sangat lambat jika dalam 1 tahun tumbuh sedikit saja.

* Pertumbuhan lambat : jika dalam 1 tahun diameter tumor hanya bertambah 0,2 cm.

* Pertumbuhan cepat : jika dalam 1 tahun diameter tumor bertambah lebih atau sama dengan 1 cm.

4Saat tumor masih berada dalam kanalis auditorius interna mungkin akan menimbulkan gejala awal seperti gangguan pendengaran atau gangguan vestibularis berupa  vertigo oleh karena penekanan nervus vestibularis ataupun penekanan arteri labirin pada dinding kanalis auditorius interna. Selain menekan nervus kanalis VIII tumor juga menekan nervus kranalis VII dengan gejala parase wajah satu sisi.

Saat tumor mencapai diameter 2cm dan sudah berada di cerebellopantine angle, tumor akan menekan permukaan lateral batang otak yang jika tumor tumbuh lebih besar akan mendorong batang otak ke arah yang berlawanan.

Saat tumor mencapai diameter 4 cm tumor berkembang kea rah depan dan menekan saraf trigenimus yang menimbulkan gejala nyeri wajah satu sisi. Dan apabila tumor berkembang kea rah bawah akan menekan saraf IX, X, XII dan menyebabkan kesulitan menelan.

Dan jika tumor terus tumbuh melebihi diameter 4 cm, maka tumor akan menekan otak kecil dan secara tidak langsung akan menyebabkan terjadinya hidrocepalus obstruktif. Terjadinya hidrocepalus akan menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intraktanial dengan gejala nyeri kepala, mata kabur, serta mual dan muntah.

yang dicari :

%d bloggers like this: