Terapi Dan Tips Untuk Bell’s Palsy

Terapi Dan Tips Untuk Bell’s Palsy

2Bell’s palsy adalah kelumpuhan dari syaraf muka yang tidak diketahui sebabnya. Syaraf muka adalah syaraf yang mengontrol otot-otot pada sisi muka. Ia mengizinkan kita untuk menunjukan ekspresi, senyum, menangis, dan kedipan. Luka pada syaraf muka menyebabkan kerusakan fisik yang menghancurkan secara sosial dan psikologi; perawatan mungkin memerlukan rehabilitasi yang ekstensif atau prosedur-prosedur yang berkali-kali.

Syaraf muka adalah syaraf yang ketujuh dari duabelas syaraf-syaraf cranial. Setiap orang mempunyai dua syaraf muka, satu untuk setiap sisi muka. Syaraf muka berjalan dengan syaraf pendengaran ( syaraf cranial kedelapan ) ketika ia berjalan didalam dan sekitar struktur-struktur dari telinga bagian tengah. Ia keluar meninggalkan bagian depan dari telinga pada stylomastoid foramen ( sebuah lubang pada dasar tengkorak ), dimana ia kemudian berjalan melalui kelenjar parotid. Pada kelenjar parotid ia membagi kedalam banyak cabang-cabang yang menyediakan fungsi motor untuk beragam otot-otot dan kelenjar-kelenjar dari kepala dan leher. Berikut contoh gambar penyangga Bell’s palsy.

Bell’s palsy diperkirakan disebabkan oleh infeksi virus dari syaraf muka. Virus yang paling mungkin adalah virus herpes simplex. Diagnosis dibuat ketika tidak ada penyebab lain yang dapat diidentifikasi. Nama-nama lain untuk kondisi ini adalah “idiopathic facial palsy” atau Antoni’s palsy.

Bell’s palsy biasanya adalah kondisi yang hilang sendiri, tidak mengancam nyawa yang secara spontan hilang dalam waktu enam minggu. Kejadiannya adalah 15-40 kasus-kasus baru per 100,000 orang per tahun. Tidak ada umur yang diutamakan atau kecenderungan rasial; bagaimanapun ia adalah 3.3 kali lebih umum selama kehamilan dan sedikit lebih umum pada wanita-wanita menstruasi. Pada umumnya, kejadian meningkat dengan umur yang berlanjut.
*) Terapi Bell’s Palsy

3Terapi medikamentosa efektif utk mempercepat proses penyembuhan, apalagi jika pemberiannya sedini mungkin. Hal penting dalam optimalisasi terapi adalah “Latihan Wajah”. Yang perlu diperhatikan juga adalah “Mata”. Kelopak mata yang tidak dapat menutup sempurna akan menimbulkan masalah baru berupa iritasi dan infeksi mata. Jika tidak dilakukan  perhatian khusus. Hal yang dapat dilakukan adalah pemberian air mata buatan, mengedipkan mata secara manual, penggunaan pemberat kelopak mata sampai tindakan operatif.

Evaluasi terhadap derajat kerusakan saraf dapat dilakukan setelah melewati fase akut dengan menggunakan pemeriksaan  EMG pada minggu kedua dengan  memeriksa reflex kedip (blink reflex), sehingga dapat untuk memprediksi prognosa penyakit.

Umumnya penderita Bell’s Palsy dapat pulih ke kondisi semula dengan ataupun tanpa pengobatan khusus. Namun dokter akan memberikan saran obat atau pengobatan fisik yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Jarang dilakukan pembedahan pada Bell’s Palsy.
*) Tips Latihan  Wajah Untuk Bell’s Palsy
* Latihan dilakukan minimal 2 – 3 kali sehari.

Kualitas latihan lebih utama daripada kuantitasnya, untuk itu lakukan sebaik mungkin.
* Pada fase akut dapat dimulai dengan kompres hangat dan pemijatan pada wajah untuk meningkatkan aliran darah pada otot-otot wajah.
* Lanjutkan dengan gerakan-gerakan wajah tertentu  yang dapat merangsang otak untuk tetap memberi sinyal untuk menggerakkan otot-otot wajah.
* Lakukan latihan di depan cermin.

Gerakan yang dilakukan  berupa:

– Tersenyum

– Mencucurkan mulut kemudian  bersiul3

– Mengatupkan bibir

– Mengerutkan hidung

– Mengerutkan dahi

– Menarik sudut mulut secara manual dengan telunjuk dan ibu jari

– Mengangkat alis secara manual dengan  keempat jari panjang (selain ibu jari)

– Menutup mata.

%d bloggers like this: