Terapi Untuk Polisitemia

Terapi Untuk Polisitemia

Terapi Untuk PolisitemiaPolisitemia didefinisikan sebagai peningkatan sel darah merah yang bersirkulasi di atas kadar normal. Istilah eritrositosis sering digunakan untuk menggantikan kata polisitemia namun terdapat perbedaan antara keduanya; eritrositosis berhubungan peningkatan massa sel darah merah manakala polisitemia berhubungan dengan peningkatan jumlah sel darah merah. Biasanya orang dengan polisitemia terdeteksi  melalui peningkatan kadar hemoglobin atau hematokrit yang ditemukan secara tidak sengaja.

Sel darah tubuh diproduksi di sumsum tulang ditemukan di beberapa tulang, seperti tulang paha. Biasanya produksi sel darah diatur oleh tubuh sehingga jumlah sel darah baru dibuat untuk menggantikan sel-sel darah yang lama karena mereka mati.

Dalam polisitemia, proses ini tidak normal karena berbagai penyebab dan menghasilkan terlalu banyak sel darah merah dan kadang-kadang sel-sel darah lainnya. Hal ini menyebabkan penebalan darah.

Polisitemia adalah suatu kondisi yang jarang terjadi di mana tubuh terlalu banyak memproduksi sel darah merah atau peningkatan abnormal pada jumlah sel darah merah yang diproduksi oleh sumsum tulang.

Polisitemia adalah suatu keadaan yang menghasilkan tingkat peningkatan sirkulasi sel darah merah dalam aliran darah. Orang dengan polisitemia memiliki peningkatan hematokrit, hemoglobin, atau jumlah sel darah merah di atas batas normal melebihi 6 juta/ mm atau hemoglobinnya melebihi 18 g/dl.

Sel darah tubuh diproduksi di sumsum tulang ditemukan di beberapa tulang, seperti tulang  paha. Biasanya produksi sel darah diatur oleh tubuh sehingga jumlah sel darah kanan baru dibuat untuk menggantikan sel-sel darah yang lama karena mereka mati. Dalam polisitemia, proses ini tidak normal karena berbagai penyebab dan menghasilkan terlalu banyak sel darah merah dan kadang-kadang sel-sel darah lainnya. Hal ini menyebabkan penebalan darah.

Terapi

Terapi-terapi yang sudah ada saat ini belum dapat menyembuhkan pasien. Yang dapat dilakukan hanya mengurangi gejala dan memperpanjang harapan hidup pasien.

*) Tujuan terapi yaitu:

* Menurunkan jumlah dan memperlambat pembentukan sel darah merah (eritrosit).

* Mencegah kejadian trombotik misalnya trombosis arteri-vena, serebrovaskular, trombosis vena dalam, infark miokard, oklusi arteri perifer, dan infark pulmonal.

* Mengurangi rasa gatal dan eritromelalgia ekstremitas distal.

*) Prinsip terapi:

Terapi Untuk Polisitemia* Menurunkan viskositas darah sampai ke tingkat normal kasus (individual) dan mengendalikan eritropoesis dengan flebotomi.

– Menghindari pembedahan elektif pada fase eritrositik/ polisitemia yang belum terkendali.

– Menghindari pengobatan berlebihan (over treatment)

– Menghindari obat yang mutagenik, teragenik dan berefek sterilisasi pada pasien usia muda.

– Mengontrol panmielosis dengan fosfor radioaktif dosis tertentu atau kemoterapi sitostatik pada pasien di atas 40 tahun bila didapatkan:

• Trombositosis persisten di atas 800.00/mL, terutama jika disertai gejala trombosis

• Leukositosis progresif

• Splenomegali yang simtomatik atau menimbulkan sitopenia problematik

• Gejala sistemis yang tidak terkendali seperti pruritus yang sukar dikendalikan, penurunan berat badan atau hiperurikosuria yang sulit diatasi.

tim81.com :

%d bloggers like this: