Tips Mencegah Demensia

Tips Mencegah Demensia

3Gangguan yang terjadi akibat proses degenerasi sel-sel neuron otak di area temporo-parietal dan frontalis itu juga ditandai dengan gangguan perilaku seperti agresif (menjadi galak, kasar, tidak jarang menyerang secara fisik). Gejala lain, orang tersebut sering gelisah, suka menimbun barang, sering berteriak pada tengah malam, cemas, delusi, sikap impulsif dan kecenderungan mengulang-ulang pertanyaan.

Untuk mendeteksi penyakit ini secara dini tidaklah mudah, sebab banyak yang berpikir, pikun pada orang tua adalah wajar. Padahal sebenarnya pikun adalah penyakit, bukan sesuatu yang normal. Biasanya, keluarga baru membawa pasien ke dokter bila perilaku penderita mulai mengganggu, misalnya buang air sembarangan, menjadi galak terhadap cucu, bermusuhan tanpa sebab, hingga tidak mampu mengurus diri sendiri. Diagnosa yang terlambat mengakibatkan pula pada terlambatnya penanganan. Padahal semakin awal gangguan kognitif ini terdeteksi, semakin besar kemungkinan untuk dapat diatasi, minimal tidak menjadi semakin buruk.

Lalu, bagaimana caranya mencegah kepikunan? Menurut Dr. Richard Restak, ahli syaraf dari Eropa, ada 10 aktivitas yang dapat dilakukan untuk meningkatkan memori dan mencegah kepikunan, yaitu:
*) Mempelajari satu kata baru sehari

Biasakan belajar mengingat kata, bahkan satu kata baru setiap hari. Jika cara ini terus dilakukan, dalam setahun Anda bisa mengingat 350 kata pertahun, atau 3000 kata per dekade. Ini sangat baik untuk melatih daya ingat. Menurut para ilmuawan, dengan belajar kata-kata, Anda telah melibatkan otak pusat bahasa, lobus frontal dan sirkuit memori.
*) Bermain video game

Ketika digunakan secara bijak, video game dapat meningkatkan kepekaan indera, membuat Anda Anda lebih cepat tanggap, dan merespon lebih cepat.
*) Menghargai seni

Musik meningkatkan kemampuan bahasa dan verbal dan pelatihan musik instrumental meningkatkan kekuatan otak. Memainkan alat musik juga meningkatkan kecekatan jari dan mampu meningkatkan umur panjang.
*) Menjaga berat badan ideal5

Sangat penting untuk menjaga berat badan ideal Anda. Pasalnya, obesitas bisa menurunkan kemampuan fungsional seseorang, seperti kecerdasan, ketajaman mental, kognitif fleksibilitas dan konsentrasi.
*) Berjalan

Berjalan satu mil setiap hari akan mengurangi risiko mengalami demensia sebesar 50 persen. Tapi, jika Anda tidak punya waktu, jalan cepat 45 menit secara rutin tiga kali seminggu akan mencegah banyak perubahan otak yang terkait dengan penuaan.
*) Menantang diri

Penelitian baru menunjukkan bahwa selalu menyajikan otak Anda dengan tantangan mental yang baru seperti teka-teki silang, atau mengingat daftar belanjaan ke dalam memori. Cara ini diyakini mampu meningkatkan kecerdasan Anda.
*) Konsumsi kenari dan blueberry dalam diet harian Anda

Kenari mengandung omega-3 asam lemak bersama dengan sejumlah bahan kimia lainnya yang berfungsi sebagai antioksidan kuat untuk memblokir tindakan-tindakan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel otak. Blueberry juga bermanfaat meningkatkan sirkuit otak.
*) Terus belajar

Cari topik yang menarik dan selalu belajar dengan tujuan meningkatkan pengetahuan. Ini akan meningkatkan memori jangka panjang dan meningkatkan penyimpanan cadangan kognitif.
*) Beristirahat

Meluangkan waktu untuk beristirahat selama 20 menit tidur siang akan meningkatkan memori Anda. Tidur siang juga memperbaiki suasana hati, memulihkan konsentrasi dan fokus, dan meningkatkan kreativitas.
*) Bermain

3Permainan menyusun balok bisa meningkatkan keterampilan jari tangan. Permainan ini telah terbukti dapat meningkatkan kelincahan baik mental dan fisik. Selain itu, bermain sulap juga bisa merangsang sebagian besar jaringan otak yang kompleks dan melatih proses gerakan visual.

Lalu, jika sudah terkena demensia, obat-obatan apa saja yang bisa digunakan? Berdasarkan panduan terapi demensia dari American Academy of Neurology (AAN), obat-obat yang dapat diberikan dalam penanganan demensia Alzheimer meliputi antioksidan, vitamin dan obat Asetilkolinesterase- inhibitor (AChE-inhibitor). Pada penderita demensia tipe Alzheimers, jumlah asetilkolin sudah sangat berkurang sehingga pemberian Asetilkolinesterase-inhibitor (AChE-inhibitor) potensial untuk memperbaiki fungsi memori dan kognisi dengan meningkatkan jumlah asetilkolin di otak. Namun, obat-obat golongan AChE-inhibitor biasanya harganya cukup mahal dan banyak efek samping yang ditimbulkannya. Disamping itu, obat-obatan tersebut hanya berefek sementara sebab tidak memperbaiki penyebab dasar dari hilangnya asetilkolin di korteks, yakni degenerasi neuron yang tetap berlangsung secara progresif.

%d bloggers like this: